Kepala Balai Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY Kuncoro mengatakan, selama ini sampah-sampah yang masuk ke TPST Piyungan bukan berbentuk residu.
Kondisi tersebut menyebabkan kondisi TPST tersebut semakin overload. "Seharusnya pemilahan ada di hulu. Persoalan sampah di DIY lebih banyak di hulu. Kalau kami sangat optimalkan, tahun 2020-2021 masih bisa bernafas," katanya.
Dia berharap KPBU TPST Piyungan bisa diterapkan untuk menjawab persoalan sampah yang terjadi saat ini. Sebab masalah teknologi pengelolaan sampah biayanya tidak sedikit.
Belum lagi tingkat kecocokan penerapannya. Menurutnya, penerapan teknologi disejumlah TPST tidak seluruhnya dikatakan berhasil.
"Alangkah baiknya bagaimana budaya masyarakat untuk mengurangi sampah lebih ditingkatkan lagi. Seperti memilah sampah dan lainnya'," katanya.
Mulai Dibuka
TPST Piyungan kembali beroperasi lagi setelah lima hari diblokade warga sekitar. “Kesepakatannya untuk hari ini [kemarin] yaitu Sleman dan Bantul. Nanti secara bertahap akan agar volume sampahnya tidak terlalu berat,” kata Kuncoro.
Adapun untuk Kota Jogja, akan mendapakat giliran pada Sabtu (30/3/2019), hari ini. “Kesepakatannya seperti itu, untuk Jogja dapat giliran besok Sabtu, jadi secara bertahap agar alat beratnya tidak bekerja terforsir. Kalau disamakan harinya, kami khawatir alatnya tidak mampu,” ujarnya.
DLH DIY fokus membuka akses menuju dermaga agar mampu selesai secepat mungkin dan antrean kendaraaan muatan besar tidak menumpuk di saat jam-jam operasional.
Baca Juga: Khilaf Bikin Mata Agus Buta, Diah: Istri Mana yang Rela Suami Direbut Orang
“Kami berharap dermaga yang di bawah bisa cepat selesai diperbaiki sehingga truk bisa lebih lancar, sore ini pun dermaga sudah mulai diperbaiki. Biasanya butuh waktu beberapa hari, semoga tidak hujan juga agar lebih cepat,” kata Kuncoro.
Adapun, Pemerintah Kabupaten Bantul berencana menerapkan teknologi incinerator sebagai solusi untuk mengatasi persoalan penumpukan sampah.
Tumpukan sampah nantinya tidak dibuang melainkan dibakar dalam suhu tertentu dan hasil pembakarannya bisa dimanfaatkan sebagai batako.
Sekretaris Daerah Bantul, Helmi Jamharis mengatakan incinerator bisa menjadi salah satu solusi yang bisa diterapkan di Bantul karena dampak negatifnya tidak terlalu besar. Saat ini Pemkab tengah membahas kelanjutan rencana tersebut, “Kami masih menghitung kebutuhan anggaran dan mencari tempat yang paling cocok,” kata Helmi.
Helmi menambahkan Pemkab sempat menjajaki lokasi penerapan incinerator di Selopamioro, Imogiri. Namun sampai sekarang masih dikaji.
Helmi tidak menjelaskan lebih lanjut cocok dan tidaknya Selopamioro penerapan teknologi tersebut, “Masih kami kaji ya,” ujar mantan Asisten Bidang Pemerintahan ini.
Tag
Berita Terkait
-
Masalah Sampah Yogyakarta Sudah Sangat Serius
-
Ombudsman Sebut Pemda DIY Kurang Perhatikan Masalah Sampah
-
Akibat Proyek Bandara NYIA, Potensi Budi Daya Udang Ratusan Ton Hilang
-
Bandara New Yogyakarta International Airport Beroperasi Akhir 2019
-
Menhub Klaim Bandara NYIA Tahan Gempa 8,8 SR dan Tsunami Setinggi 12 Meter
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
BRI Dorong Lingkungan Bersih lewat Program CSR Bersih-Bersih Pantai di Bali
-
Babak Baru Rampasan Geger Sepehi 1812: Trah Sultan HB II Tegas Ambil Langkah Hukum Internasional
-
Misteri Terkuak! Kerangka Manusia di Rumah Kosong Gamping Sleman Ternyata Mantan Suami Pemilik Rumah
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang DIY: 40 Warga Dirawat Medis, Kerusakan Terkonsentrasi di Bantul