SuaraJogja.id - Dampak banjir, tanah longsor dan angin kencang yang terjadi pada 17 Maret 2019 di Yogyakarta, masih terasa hingga hari ini.
Tengok saja perjuangan sejumlah siswa Madrasah Aliyah (MA) Ummatan Wasathon yang terpaksa menyeberangi jembatan bambu agar bisa ke mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK).
Risty Anggraini, siswa kelas XII IPS MA Ummatan Wasathon, adalah salah satu siswa tersebut. Sejak sekolahnya diterjang luapan air Sungai Celeng 17 Maret, ia harus menyeberangi jembatan bambu untuk bisa sampai ke sekolah.
"Saya berharap jembatannya cepat dibangun kembali," kata Risty kepada wartawan di MA Ummatan Wasathon, Dusun Tilaman, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul, Kamis (04/04/2019).
Risty terpaksa meninggalkan sepeda motornya di ujung jalan setapak, di antara dua petak sawah. Tak jauh dari situ, tampak ujung jembatan yang menganga dengan aliran Sungai Celeng di bawahnya.
Jembatan beton itu merupakan satu-satunya akses terdekat untuk sampai ke MA Ummatan Wasathon. Namun, fasilitas itu putus oleh terjangan banjir 17 Maret.
"Pascabanjir harus lewat jalan yang mubeng (memutar)," kata Risty.
Risty tampak mengenakan sandal jepit saat menyeberangi jembatan bambu. Ia menyimpan sepatunya di dalam tas agar tak basah. Ia juga datang bersama temannya, Suwanti.
Putusnya jembatan tersebut, sempat membuat siswa dan para guru MA Ummatan Wasathon harus melewati jalan lain yang jaraknya sekitar satu kilometer.
Baca Juga: Kasihan, Sudah Seminggu Evi Masamba Ditinggal Pulang Sang Suami
Mereka juga terpaksa meninggalkan sepeda motor di seberang jembatan karena jalan yang dilalui menjadi sangat licin ketika hujan.
Risty mengatakan pihak sekolah sempat membangun jembatan darurat dari bambu. Namun, jembatan itu hanyut saat air kembali meluap.
Dibuatlah perahu apung (gethek) dari bambu yang diikat di atas jeriken. Fasilitas itu kini tak bisa digunakan, sebab air sudah mulai surut dan perahu itu tak lagi bisa mengapung.
Hingga kini, perahu apung itu masih diletakkan di tengah sungai untuk menyambungkan dua jembatan bambu yang baru.
Di sebelahnya, pihak sekolah juga sedang membangun jembatan bambu yang lebih kokoh. Selain lebih besar dan tinggi, jembatan bambu ini juga memiliki pondasi beton di kanan kirinya.
"Ini nanti akan digunakan sampai jembatan utama terbangun," kata Kepala MA Ummatan Wasathon, Subardi.
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jogja Fashion Week 2026: Panggung Kreativitas dan Regenerasi Desainer Muda
-
Bentangkan Merah Putih 1.000 Meter, Serukan Rakyat Masih Bersatu di Tengah Persoalan Bangsa
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Perkuat UMKM Desa Brilian melalui Pendampingan Berkelanjutan
-
Perusakan Makam Mertua Seniman Djaduk Berakhir Damai, Polisi Ungkap Alasan Juru Kunci
-
Prabowo Rombak Buku Pelajaran karena Font Kekecilan, Dewan Pendidikan DIY Sebut Tak Urgen