SuaraJogja.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi pembicara utama dalam Konggres Pancasila di UGM, Kamis (15/8/2019). Dalam konggres XI ini, JK menyampaikan pidatonya bertajuk "Merajut Persatuan Indonesia".
Sebelum ke UGM, JK menyempatkan diri mengunjungi mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif di rumahnya, Jalan Halmahera, Nogotirto 2, Gamping, Sleman sekitar pukul 08.00 WIB.
Kedatangan JK ke kediaman Buya Syafii Maarif untuk bersilaturrahim. Di mana sebelumnya, Buya Syafii sempat dirawat di rumah sakit dikarenakan operasi batu ginjal.
Wapres hadir di UGM sekitar pukul 08.50 WIB. Pengamanan penuh dilakukan di sekitar kawasan kampus. Selain anggota TNI dan Polri, satu panser disiapkan di Balairung UGM.
Konggres ini dilaksanakan dalam rangka merekatkan kembali persatuan dan kesatuan bangsa yang sempat goyah karena perbedaan pandangan politik.
"Perbedaan pandangan yang sejatinya merupakan ilham demokrasi justru terjebak pada rivalitas tensi tinggi dan ancaman perpecahan," papar Kepala Pusat Studi Pancasila, papar Kepala Pusat Studi Pancasila (PSP) UGM, Agus Wahyudi.
Diharapkan konggres ini menjadi penanda persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan demikian bangsa ini bisa menjaga utuh identitas negara yang bersumber pada Pancasila dan sebagai bangsa majemuk.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Wapres JK Jenguk Buya Syafii Maarif di Yogyakarta
Berita Terkait
-
Wapres JK Jenguk Buya Syafii Maarif di Yogyakarta
-
Ancaman Terbesar untuk Indonesia 30 Tahun Lagi, Versi Wapres JK
-
JK Minta Indonesia Harus Waspadai Serangan Ini dari China
-
JK Sebut Amerika Serikat Negara Paling Melanggar HAM karena Banyak Ngebom
-
Polri Diminta Serang Balik KKB, JK: Bukan Pelanggaran HAM
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Teror May Day di Jogja: Mahasiswa Dikeroyok Preman Diduga Ormas, HP Dirampas Saat Rekam Aksi Brutal
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup