SuaraJogja.id - Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Yogyakarta mengusulkan pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Pembebasan PBB tersebut dikhususkan untuk masyarakat miskin di kota tersebut.
"Ke depan PDI Perjuangan berkomitmen untuk membebaskan Pajak Bumi dan Bangunan untuk rakyat miskin di kota Yogyakarta," ujar Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Yogyakarta Eko Suwanto di kantor DPRD Kota Yogyakarta pada Senin (9/9/2019).
Kebijakan tersebut tambah Eko, akan menjadi fokus pembahasan diinternal PDI Perjuangan untuk menyusun rancangan Peraturan Daerah (Perda) beberapa waktu ke depan.
"Ini menjadi tanggungjawab kita dari Fraksi PDI Perjuangan untuk menyusun rancangan Perda tentang PBB tersebut," katanya
Eko menambahkan, selain terbebas dari PBB, masyarakat kurang mampu di kota Yogyakarta juga tidak boleh terbebani dengan Iuran kesehatan. Bahkan menurutnya pendidikan bagi masyarakat miskin juga harus gratis.
Sementara itu, Ketua Definitif DPRD Kota Yogyakarta Danang Rudiatmoko menambahkan untuk mewujudkan kebijakan dan program tersebut, pihaknya masih memiliki waktu sekitar 60 hari kerja untuk membentuk alat kelengkapan Dewan dan pembahasan Rancangan APBD 2020 Kota Yogyakarta.
"Tanpa alat dan kelengkapan tentu saja proses-proses (rancangan perda dan rancangan APBD) akan mengalami penundaan," kata dia
Sebelumnya, DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan melalui Surat Keputusan No. 402/IN/DPP/IX/2019 telah menunjuk Danang Rudiatmoko sebagai ketua definitif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Yogyakarta, periode 2019-2024.
Baca Juga: PDIP: Jika Papua Sudah Aman, Sepatutnya Blokir Internet Dicabut Menyeluruh
Kontributor : Rahmad Ali
Berita Terkait
-
Sekjen PDIP: Revisi UU KPK untuk Perbaikan KPK
-
PDIP: Jika Papua Sudah Aman, Sepatutnya Blokir Internet Dicabut Menyeluruh
-
Megawati: Jangan Ulang Kesalahan Jakarta di Ibu Kota Baru
-
Dilantik Jadi Anggota DPRD DKI, Eks Staf Ahok Bakal Buka Posko Pengaduan
-
Setjen DPR Sarankan DPRD Kota Yogyakarta Atur Ulang Tata Tertib
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha