"Untuk Nguras Enceh ini tidak ada simbol apa-apa tetapi mulai dari dulu setiap tahun pasti dikuras ganti dengan air yang gampang yang dicampur dengan air dari sini. Kami sendiri cuma melestarikan yang sudah-sudah," tambahnya.
Terkait dengan warga yang rela mengantri mendapatkan air, menurutnya adalah keyakinan masing-masing karena warga percaya air Enceh tersebut membawa berkah dengan membuat keinginan mereka terkabul.
"Itu kepercayaan warga masing-masing. Tetapi kita tidak pernah menganjurkan, karena kalau menganjurkan itu syirik namanya," katanya.
Seorang Warga Wukirsari Imogiri, Muslimah (54) yang hadir dalam prosesi tersebut mengaku rela meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh batik untuk mengantre sejak pagi mengantri agar mendapatkan air enceh tersebut.
Sejak kecil, setiap tahun ia selalu datang ke tempat tersebut untuk mendapatkan air.
"Ada berkah tersendiri dari air enceh ini, bisa sehat, murah rejeki dan panjang umur. Terkabul keinginan kita,"ujarnya.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Wishlist Steam Menumpuk? Ini 5 Cara Menyiasati Musim Diskon Besar
-
Sukses di Jogja, ZAP Fest 2026 Siap Sambangi 2 Kota Lain dengan Konsep Beauty, Music, dan Lifestyle
-
Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat
-
Pembukaan Sawit Dicap Pemicu Karhutla, Lahan Terlantar Diklaim Justru Jadi Ancaman
-
Pungli Parkir Terus Berulang, Kabupaten/Kota Jogja Didesak Tak Sekadar Buat Aturan