SuaraJogja.id - Kasi Kesiswaan Bidang SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta Sumartini mengungkapkan, masih terdapat tujuh hingga delapan dari 65 SMP di Yogyakarta yang siswanya masih ditemui membolos. Hal itu diungkapkan Sumartini saat ditemui SuaraJogja.id di kantornya, Senin (4/11/2019).
"Ada sedikitnya tujuh hingga delapan sekolah tingkat SMP yang siswanya kedapatan membolos. Namun jumlahnya tidak banyak, sekitar enam sampai delapan orang yang terjaring operasi dari Satpol PP setempat," ungkap Sumartini.
Ia menerangkan, jumlah tersebut didominasi oleh sekolah-sekolah swasta. Di Kota Yogyakarta sendiri diketahui terdapat sebanyak 65 SMP, yang terdiri dari 16 SMP negeri dan 49 SMP swasta.
"Ya sekitar tujuh sampai delapan sekolah swasta yang masih kedapatan anak didiknya membolos. Tapi sekali lagi, jumlah itu sangat sedikit, kami tidak bisa menyebutkan mana saja sekolah yang dimaksud," kata dia.
Lebih lanjut, Sumartini menerangkan, ada beberapa hal yang perlu dibenahi oleh pihak sekolah tersebut. Di antaranya, fasilitas pendidikan dan SDM sekolah masing-masing.
"Ada beberapa hal yang mungkin harus diperbaiki, seperti fasilitas sekolah, SDM yang bisa jadi dalam penerimaan kurang baik. Tapi sejauh ini mereka sudah berusaha menerapkan kurikulum tahun 2013 sesuai yang diarahkan Kementerian Pendidikan," ungkapnya.
Disinggung bagaimana peran pemerintah terhadap sekolah tersebut, Sumartini menjelaskan, sekolah swasta tidak bisa diintervensi oleh pemerintah. Pasalnya, masih ada yayasan yang memiliki tanggung jawab tehadap pengelolaan sekolah tersebut
"Pemerintah tidak bisa mengintervensi sekolah swasta, sehingga yayasan adalah pihak yang memiliki andil besar untuk sekolah-sekolah ini," terangnya.
Sumartini menambahkan, jumlah siswa SMP di Kota Yogyakarta mencapai 7.500-8.000 orang. Ia mengklaim, jumlah siswa yang kedapatan membolos terus menurun. Sumartini menjelaskan, hanya sekitar lima sampai delapan anak yang terlambat saat masuk sekolah dan membolos.
Baca Juga: Bela Rakyat, Pelajar Depok Sengaja Bolos Sekolah untuk Ikut Demo di DPR
Berita Terkait
-
Masih Ditemui Siswa Membolos, Disdik Yogyakarta Ungkapkan Alasan Ini
-
Siswa SMP Tewas Usai Dihukum, KPAI Kecam Sekolah Terapkan Hukuman Fisik
-
Terjaring Razia Saat Main Biliar, Pelajar Bolos Ini Dihukum Salat Berjamaah
-
Berulah di Banyumas, 71 Pelajar Asal Bogor Gagal Bolos ke Borobudur
-
Siswa Ancam Guru Dengan Celurit, KPAI: Bisa Dipidana
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Duh! Gunungkidul Sampai Ajukan Tambahan Stok BBM, Pemda DIY Lakukan Efisiensi Transportasi
-
Purbaya Dicopot, DPRD DIY Tantang Menkeu Baru Batalkan Seluruh Pemangkasan Anggaran Daerah
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja