SuaraJogja.id - Kejadian klitih di Yogyakarta kembali memakan korban. Kali ini, menurut kabar yang viral, korban tak diserang menggunakan senjata tajam.
Kabar tersebut dibagikan ke Facebook oleh akun Roe Kiosi pada Rabu (6/11/2019). Ia menyebutkan bahwa lokasi insiden di Jalan Klegung, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman.
Peristiwa itu, kata dia, terjadi pada Selasa (5/11/2019). Namun tak seperti yang sudah-sudah, Roe Kiosi mengatakan, pelaku melancarkan aksinya di sore hari, sekitar pukul 16.30 WIB.
Selain itu, bukan dengan senjata tajam, pelaku klitih menyerang korban menggunakan batu hingga korban tak sadarkan diri.
"Mohon pihak berwenang usut tuntas, semoga pelakunya tertangkap dan bertanggung jawab," tutup Roe Kiosi.
Beserta dengan informasi tersebut, Roe Kiosi juga mengunggah foto korban yang tengah terbaring di atas tempat tidur rumah sakit.
Bagian samping kepala dan telinganya tampak ditutup perban, dan matanya bengkak menghitam.
Di kolom komentar, Roe Kiosi juga meminta warganet untuk membantu me-mention akun Kabid Humas Polda DIY Yuliyanto.
Namun, banyak dari mereka yang mempertanyakan lokasi yang dimaksud pengunggah lantaran beberapa orang yang mengaku warga Tempel tak mengerti Jalan Klegung yang dimaksud Roe Kiosi.
Baca Juga: Pedagang Sebut Kawasan Klitih di Dekat UGM Rawan Tindak Kejahatan
Hingga kini SuaraJogja.id juga tengah berupaya mencari tahu kronologi lengkap termasuk lokasi kejadian dan kondisi korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Duh! Gara-gara Nilai Rupiah Anjlok, Target Pembangunan Infrastruktur DIY Terancam Meleset
-
MBG Bakal Libatkan Kantin Sekolah, Pemda DIY Minta Skema Kerja Sama Dibuat Jelas
-
Nasib Anak Difabel DIY Masih Bergantung Bantuan Luar Negeri, Alat Bantu Pun Tak Ditanggung BPJS
-
Sikapi Tekanan Ekonomi, Pengamat Sebut Probabilitas Terjadinya '98 Jilid 2' Masih Rendah
-
Polda DIY Periksa Lima Saksi dalam Kasus Dugaan Malapraktik RSUD Prambanan