Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Sabtu, 09 November 2019 | 15:15 WIB
Risa Santoso, rektor termuda di Indonesia. (Instagram/@santosorisa)

SuaraJogja.id - Risa Santoso, rektor termuda se-Indonesia, tengah menjadi pusat perhatian, karena di usianya yang masih 27 tahun, ia sudah memimpin perguruan tinggi.

Sorotan publik pun makin menghujaninya setelah rektor Institut Teknologi Bisnis Asia Malang ini mengungkapkan suatu gebrakan yang sudah ia rencanakan -- mahasiswa bisa lulus tanpa harus menyusun skripsi.

Menurut lulusan S1 University of California, Berkeley dan S2 Harvard University itu, model pendidikan tersebut ia adopsi dari pengalamannya menempuh kuliah di luar negeri.

Bermacam-macam komentar pun disampaikan berbagai pihak, termasuk warganet di Twitter. Mulai dari komentar kritis hingga kocak, banyak dari mereka yang merespons kebijakan Risa Santoso terkait skripsi itu.

Salah satunya dari mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pengguna akun @irvan_aristo, yang kini viral.

Cuitan kocak komentari kebijakan skripsi Rektor Risa Santoso - (Twitter/@irvan_aristo)

Cuitan @irvan_aristo itu ditulis untuk menanggapi kicauan mahasiswa UGM yang lain, @Shyposti.

Di cuitannya pada Kamis (7/11/2019), @Shyposti mengunggah tangkapan layar berita berjudul "Rektor Muda Risa Santoso Tak Wajibkan Mahasiswa Skripsi."

Seakan iri, @Shyposti bergurau dengan melempar "kode" pada Rektor UGM Panut Mulyono. Ia menulis, "Assalamualaikum, halo Pak Panut..."

Cuitan yang telah di-retweet lebih dari 400 kali itu lalu direspons @irvan_aristo dengan balasan yang sama-sama kocak.

"Di UGM juga tidak diwajibkan kok. Skripsi cuma buat yang mau lulus saja," kicau @irvan_aristo.

Seketika banyak warganet yang setuju sekaligus terhibur dengan komentar @irvan_aristo itu, sampai hampir 10 ribu akun me-retweet-nya.

"Lucu sih, tapi aku belum lulus," balas @SyarifNrllh.

"Sama aja bhwambhwang (emoji menangis)," komentar @galalalisa.

"Apa bedanya coba (emoji menangis)," tambah @unsidetic.