SuaraJogja.id - Penutupan akses Jalan Malioboro Yogyakarta pada Selasa (19/11/2019) memunculkan tanggapan dari sejumlah warga. Sebagian warga menanggapi dengan positif, dan di sisi lain warga mengaku tak setuju.
Uji coba kawasan semi-pedestrian di Jalan Malioboro kali ini memang dilakukan Pemkot Yogyakarta di luar Selasa Wage. Namun begitu, tidak ada yang berbeda dari uji coba sebelumnya. Hanya saja, pedagang masih bisa beraktivitas normal.
Salah seorang warga, Nuno (36), mengaku senang dengan kondisi Jalan Malioboro yang lengang. Sebagai tempat wisata, lokasi ini akan lebih menyenangkan jika kendaraan yang masuk dibatasi.
"Ikon Malioboro kan lokasi wisata yang sudah terkenal, mungkin sampai internasional, zehingga jika kawasan ini bebas dari kendaraan malah lebih nyaman," terangnya pada SuaraJogja.id, Selasa (19/11/2019).
Menurut pria asli Yogyakarta yang tengah bekerja di Jakarta ini menuturkan, kondisi lengang di akses kendaraan Jalan Malioboro menjadi lokasi baru untuk berswafoto. Saat membawa anak-anak berkunjung ke Malioboro, Nuno mengaku lebih tenang.
"Berlibur ke sini pastinya bersama saudara dan keluarga. Apalagi saat membawa anak atau keponakan, artinya mereka bermain di sekitar Malioboro hingga ke jalan raya rasanya juga tenang karena tidak ada kendaraan yang melintas," kata dia.
Penutupan jalan dalam uji coba semi-pedestrian di Malioboro dimulai dari selatan hotel Grand Inna Malioboro hingga Titik 0 Kilometer. Penutupan dilakukan mulai pukul 09.00-21.00 WIB.
Namun begitu, tak sedikit pula masyarakat yang tidak setuju jika Jalan Malioboro ditutup dengan jangka waktu lama atau permanen.
"Kalau harus ditutup permanen sebagai kawasan pedestrian, saya tidak setuju. Karena akses jalan itu merupakan jalan menuju arah utara yang paling dekat jika dari tengah kota," kata Riyanto.
Baca Juga: DPRD Akan Panggil Dirut Bank DKI, Bahas Satpol PP Bobol Rp 32 Miliar
Pria yang juga warga asli Yogyakarta ini mengaku harus memutar jauh. Selain itu, dia juga mengeluh karena terkena macet di akses jalan lain.
"Ya jika ditutup untuk uji coba tidak masalah. Jadi yang menjadi persoalannya opsi menuju utara jadi lebih sedikit. Dan semua pengendara harus melewati akses jalan yang sama, sehingga terjadi kepadatan," keluhnya.
Diketahui, penutupan jalan Malioboro untuk uji coba kawasan semi-pedestrian pada Selasa (19/11/2019) berdampak di beberapa akses jalan lain. Jalan Letjen Suprapto mengalami kepadatan, terutama di Simpang Ngabean.
Meski begitu, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta telah mengontrol dan mengantisipasi kemacetan yang terjadi dengan mengontrol traffic light.
"Penutupan Malioboro akan berdampak besar di Jalan Letjen Suprapto tepatnya di Simpang Ngabean. Namun kami telah menyiapkan penanganan dengan mengelola traffic light di seluruh simpang yang ada di sana," jelas Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Yogyakarta Windarto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran
-
Generasi Muda Mulai Apatis terhadap Tuhan, Muhammadiyah Jawab Fenomena Agnostisisme dengan ChatHPT
-
RANS Carnival Kena Cancel Culture, Pakar Komunikasi Sebut Ini Bukan Sekadar Retorika
-
Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat