SuaraJogja.id - Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta meringkus sembilan tersangka penambangan ilegal atau illegal mining selama kurun waktu 20 hari lalu. Sebanyak tiga excavator dan uang puluhan juta disita sebagai bukti.
Dir Reskrimsus Polda DIY, Kombes Pol Tony Surya Putra mengungkapkan bahwa pihaknya mendapat enam laporan terkait penambangan liar di DIY.
"Operasi ini kami lakukan selama 20 hari lalu, mulai 4 Desember hingga 23 Desember 2019. Terdapat enam kasus tambang tanpa izin yang kami ungkap dan menangkap sembilan tersangka," kata Tony saat menggelar konferensi pers di Mapolda DIY, Jumat (27/12/2019).
Tony menerangkan enam kasus itu tersebar di empat kabupaten DIY antara lain, wilayah Sleman terdapat dua kasus penambangan ilegal, Kabupaten Bantul terdapat dua kasus. Sementara wilayah Kulonprogo dan Gunung Kidul masing-masing terdapat satu kasus.
"Modus mereka ini bermacam-macam, ada yang mengeruk lahan dengan tujuan meratakan tanah, ada yang melakukan penambangan pasir di lokasi tak berizin dan menjual hasilnya. Hingga melakukan penambangan pasir dengan menyedot tanpa izin dinas," ungkapnya.
Sembilan tersangka itu antara lain, SWJ (49), RH (60) dan DRD (55) serta SG (44) keempatnya melakukan penambangan ilegal di Kabupaten Sleman. Selanjutnya di kabupaten Bantul, polisi meringkus pelaku berinisial AW (39), NK (37) dan DP (37).
"Wilayah Kulonprogo kami mengamankan pelaku berinisial DF (21). Sedangkan di Kabupaten Gunung Kidul seorang pelaku SL (46) kami amankan saat melakukan pengerukan menggunakan alat berat (excavator)," jelas Tony.
Dari hasil penangkapan tersebut, polisi menyita tiga excavator yang digunakan pelaku dari Sleman sebanyak dua unit dan tersangka dari Gunungkidul sebanyak satu unit.
"Jadi ada tiga excavator yang kami amankan sebagai barang bukti. Karena mereka menjual kembali hasil penambangan ilegal itu, petugas juga menyita uang berjumlah Rp 98.130.00," kata dia.
Baca Juga: CEO PSS Sleman Pastikan Kabar Seto Nurdiantoro ke Timnas Tidak Benar
Tony melanjutkan, tak hanya alat berat yang disita. Sebanyak tujuh unit truk dan satu pick up diamankan petugas. Selain itu terdapat empat buah sekop, satu buah ayakan dan tujuh mesin sedot.
"Mesin sedot ini cukup berbahaya jika digunakan untuk melakukan penambangan. Karena tanah yang ada di atasnya masih utuh dan berpotensi ambles. Idealnya penambangan itu digunakan dengan alat berat (dikeruk) dari permukaan tanah. Tentunya semua itu harus ada izin yang jelas dari pihak berwenang," ungkapnya.
Tony mengimbau kepada masyarakat dan pemangku wilayah, baik dari RT, RW, Lurah dan Camat aktif ketika ada aktivitas penambangan.
"Jadi masyarakat harus ikut berperan aktif saat ada praktek penambangan. Masyarakat bisa menanyakan izin atau menambang dengan menggunakan alat berat atau tidak. Nah pemangku wilayah juga harus aktif saat beberapa penambang itu melakukan aktivitasnya," ungkap dia.
Atas tindakan para sembilan tersangka, Tony menuturkan mereka terancam hukuman penjara paling lama 10 tahun atau membayar denda sebanyak Rp 10 miliar. Hal itu sesuai Pasal 158 dan 161 UI RI no 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.
"Ancamannya mereka bisa dipenjara 10 tahun, itu paling lama atau membayar denda Rp 10 miliar," katanya.
Berita Terkait
-
Kasus Narkoba di Sleman Meningkat Tajam, 17 Pemakainya Berstatus Anak SD
-
Sulit Ungkap Pelaku, Kasus Molotov Gamping Masuk Prioritas Polres Sleman
-
PSS Sleman Lepas Brian Ferreira, Fokus Cari Pemain Asing Asia Baru
-
8 Pemain PSS Sleman Telah Resmi Perpanjang Kontrak
-
PKS Bocorkan Sosok Muslimatun Jadi Salah Satu Jagoannya di Pilkada Sleman
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais