SuaraJogja.id - Rekrutmen Panitia Pemilihan Umum Kecamatan (PPK) mulai dibuka pada Rabu (15/1/2020). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman menyatakan, bagi warga yang merupakan eks (bekas) anggota partai politik (parpol) diperbolehkan mendaftar, asalkan memenuhi sejumlah persyaratan khusus.
Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi mengatakan, untuk mengawal Pilkada 2020 Sleman, yang akan berlangsung 23 September mendatang, KPU setempat membutuhkan total 85 anggota PPK.
Eks anggota parpol diperbolehkan mendaftar jadi anggota PPK, asalkan sudah berhenti sama sekali dari aktivitasnya sebagai anggota parpol minimal lima tahun sebelumnya.
"Sesuai diatur dalam Peraturan KPU Nomor 3/2017, dinyatakan dengan surat pernyataan atau surat keterangan dari parpol bersangkutan," kata dia, dihubungi SuaraJogja.id, Selasa (14/1/2020).
Baca Juga: Banyak Wisatawan di Jogja, RSUP Dr Sardjito Antisipasi MERS-CoV
Trapsi menjelaskan, selain dipahami sebagai sebuah regulasi, ada substansi yang bisa dipahami dari persyaratan off parpol minimal lima tahun tersebut, yaitu upaya ketat agar PPK menghindari tarikan politik dari peserta pemilihan.
"Menjadi seorang penyelenggara pemilu butuh integritas kuat," ucapnya.
Trapsi menambahkan, tahapan pengumuman rekrutmen akan dilakukan pada 15-17 Februari 2020. Pendaftaran dimulai 18-24 Februari 2020, dan pelantikan dijadwalkan 28 Februari 2020.
PPK bertugas melakukan sosialisasi, mutarlih, koordinasi surat suara, koordinasi rekapitulasi, dan sebagainya di tingkat kecamatan.
Selain tak terafiliasi parpol tertentu, minimal lima tahun tadi, ada syarat lain berupa sejumlah berkas tertentu yang juga harus dipenuhi jika ingin mendaftar menjadi PPK.
Baca Juga: Makin Nekat Usai Bebas, Residivis Simpan Sabu di Plang Kantor Kejaksaan
Ketua KPU Daerah Istimewa Yogyakarta Hamdan Kurniawan menjelaskan, sosok yang paling dicari dalam memilih PPK adalah mereka yang memiliki kemandirian dan integritas tinggi.
Berita Terkait
-
Apa Itu Partai Super Tbk? Mengenal Parpol yang Diinisiasi Jokowi dan Budi Arie
-
Di Hadapan Kader dan Ketua Parpol, Prabowo: Maaf Kalau Ada yang Mau Menjelek-jelekan Ibu Mega
-
MK Hapus PT 20 Persen, Parpol-parpol Diprediksi Tetap Takut Usung Capres Sendiri kalau Prabowo Maju Lagi
-
Prabowo Kumpulkan Para Ketum Parpol Pendukungnya di Kertanegara Sabtu Sore, Bahlil: Cuma Pertemuan Biasa
-
Berkaca dari Kasus Hasto, Parpol Lebih Pilih Figur Bermasalah Dibanding Rekam Jejak Baik
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Prabowo Didesak Rangkul Pengusaha, Tarif Trump 32 Persen Bisa Picu PHK Massal di Indonesia?
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan