SuaraJogja.id - Balai Besar Wilayah Sungai-Serayu Opak (BBWSSO) menyebut sedikitnya 20 persen tanggul yang berada sepanjang Jawa Tengah hingga DIY rusak. Beberapa faktor penyebabnya karena aktivitas penambangan hingga menyebabkan kekuatan tanah lemah.
Hal itu disampaikan Kabid OP BBWSSO, Sahril, saat dikonfirmasi SuaraJogja.id, Kamis (16/1/2020).
"Dari data yang kami hitung ada sekitar 20 persen kerusakan (talud) di Sungai Serayu Opak, dimana yang menjadi kewenangan BBWSSO," kata Sahril.
Ia menuturkan ada beberapa faktor rusaknya tanggul (talud) yang ada di bantaran sungai. Selain karena cuaca, tanggul rusak dialami karena ada penambangan ilegal. Sehingga menyebabkan kekuatan tanah melemah dan terjadi longsor.
"Faktor lainnya adalah penambangan (pasir) yang ilegal. Jadi penambangan itu menyebabkan dasar sungai menurun. Karena turun itu, tanggul yang berdiri di dasar sungai ikut turun, sehingga merosot. Nah dari situlah bisa terjadi longsor," katanya.
Lebih lanjut, faktor aktivitas masyarakat yang tinggal di bantaran juga bisa mempengaruhi terjadinya pergerakan tanah.
Sahril menjelaskan bahwa limbah air rumah tangga seharusnya dibuang langsung ke sungai, bukan ke tanah.
"Perlu disampaikan ketika masyarakat membuang air itu tidak langsung ke sungai. Misal ada air bekas mandi langsung dibuang ke tanah. Lebih baik di tampung dahulu nanti dialirkan ke sungai," terangnya.
Pihaknya meminta agar masyarakat ikut menjaga fasilitas tersebut. Karena jika sudah diperbaiki dan masih melakukan hal yang sama, perbaikan tersebut sia-sia.
Baca Juga: Begini Cara KPU DIY Cegah Anggotanya dari Paparan Korupsi
"Kesadaran ini yang harus dimunculkan bersama. Warga dapat menjaga dan pemerintah ikut mendorong masyarakat untuk bisa menanggulangi longsornya talud karena aktivitas yang salah dan merusak tanah di bantaran sungai, terutama dekat tanggul," ungkap dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Muhammadiyah Tegas Minta KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi BNPB
-
Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan jadi Tanda Peradaban Kita Belum Akil Balig
-
75 Persen Responden Stres Hadapi Kebijakan Prabowo, Haedar Nashir Desak Pemerintah Berbenah
-
Film Empat Musim Pertiwi: Saat Realitas Penyintas Kekerasan Seksual Bertemu Fiksi Sinematik