SuaraJogja.id - Salah satu pelaku spesialis curanmor yang ditangkap Polres Sleman ternyata merupakan pelaku kambuhan alias residivis. Sepak terjang pelaku yang berasal dari Wonosobo tersebut bisa dibilang cukup meresahkan.
Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Rudy Prabowo menyebut bahwa pelaku ternyata sudah lihai dalam melancarkan aksi mencuri kendaraan bermotor. Ia menyebut pelaku terhitung sudah melakukan pencurian di sekitar 50 tempat berbeda.
"Khusus pelaku S (44) sudah pernah melakukan pencurian di 50 TKP. Sedangkan R (32) baru pertama melakukan tindak pencurian dengan pemberatan ini," jelas Rudy, Senin (20/1/2020).
Rudy menuturkan dari 50 TKP tiga diantaranya pelaku S tertangkap polisi saat melancarkan aksinya.
"Jadi dia (S) tiga kali tertangkap saat melancarkan aksinya. Pelaku ini sejak 2004 lalu sudah beraksi dan bolak-balik mendekam di penjara. Kali ini kami amankan kembali dan terancam bui untuk keempat kalinya," terang dia.
Rudy membeberkan tiga TKP yang menyebabkan S diringkus kepolisian terjadi di Banjarnegara, Jawa Tengah yaitu curanmor, lalu curanmor di Magelang dan pencurian dua ekor sapi.
"Pelaku S ini pernah mencuri dua ekor sapi juga pada 2004. Selanjutnya, pelaku melakukan pencurian sepeda motor," jelas Rudy.
Pelaku S mengaku bahwa hal itu terpaksa dia lakukan lantaran kebutuhan ekonomi.
"Butuh uang untuk kehidupan sehari-hari. Keluarga tidak tahu jika saya melakukan pencurian. Saya sehari-hari sebagai petani, karena kebutuhan saya terpaksa (mencuri)," ujar S.
Baca Juga: Begini Trik Pemkab Sleman Minimalisir Jumlah Pengemplang Pajak
Kedua pelaku, lanjut Rudy diancam kurungan penjara selama lima tahun. Hal itu sesuai dengan pas 363 KUHP.
"Keduanya dijerat pasal 363 KUHP. Ancamannya lima tahun kurungan penjara," kata Rudy.
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
DPRD DIY Murka! Dana Desa Dipangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Terancam
-
Disnaker Sleman Buka Posko THR, Pengusaha Diminta Patuhi Kewajiban
-
Kronologi dan Tuntutan Aksi Demo Mencekam di Polda DIY: Soroti Kekerasan Oknum Aparat!
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Waktu Buka Puasa di Jogja Hari Ini 24 Feb 2026: Cek Jadwal Magrib dan Doa Lengkap!