SuaraJogja.id - Seorang lelaki ditemukan meninggal dunia bersimbah darah di kosnya, Dusun Jetis RT 04 RW 32, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, DIY, Kamis (30/1/2020), pukul 19.00 WIB.
Kanit Reskrim Polsek Mlati, Iptu Noor Dwi Cahyanto menuturkan, laki-laki yang tercatat merupakan mahasiswa Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) itu, diduga meninggal dunia karena bunuh diri.
Kronologi penemuan jenazah korban asal Sumenep berinisial FH (25 tahun) itu, diawali saat seorang saksi sedang melihat dan memotret burung, sekira pukul 18.30 WIB. Kemudian, saat bersamaan, saksi tersebut melihat kaki di dalam kamar kost yang baru dibangun oleh pemiliknya.
"Kemudian karena takut dan situasi gelap, saksi memanggil saksi lain. Lalu bersama-sama melihat korban sudah dalam keadaan bersimbah darah di dalam kamar," terangnya.
Ia menambahkan, kala itu korban ditemukan dalam posisi tengkurap dan kepala di sebelah barat. Namun oleh salah seorang saksi tadi, tubuh korban dibalik sehingga menjadi posisi terlentang.
"Tujuannya untuk mengetahui apakah korban masih dalam keadaan hidup. Namun ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal," ungkapnya, dalam laporan.
Kemudian saksi lainnya memberitahukan peristiwa tersebut kepada pemilik kos, yang kemudian diteruskan ke kepala Dusun, yang kemudian menghubungi Polsek Mlati. Laporan ditindaklanjuti oleh jajaran aparat kepolisian menuju TKP.
Sebelumnya kabar terkait tewasnya sesosok lelaki tersebut ramai diperbincangkan di jagad sosial media.
Kontributor : Uli Febriarni
Baca Juga: Seleksi PPK untuk Pilkada Sleman Dimulai, Peserta Termuda Berusia 17 Tahun
Berita Terkait
-
Penemu Arca di Kolam Kotoran Sapi Akan Dapat Uang
-
Seleksi PPK untuk Pilkada Sleman Dimulai, Peserta Termuda Berusia 17 Tahun
-
Mudahkan Akses, Kemenhub Buka Rute Khusus YIA Langsung ke Sleman City Hall
-
Buktikan Ada Candi, BPCB Akan Cocokkan Batu Lepas di Lokasi Penemuan Arca
-
Warga Kalijeruk II Ungkap Kronologi Penemuan Arca di Kolam Kotoran Sapi
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Donny Warmerdam Dipastikan Masuk DSP PSIM Yogyakarta saat Hadapi Bali United
-
Warga Jogja War Penukaran Uang Baru, Rela Antre Online demi THR Lebaran
-
Diskresi atau Pidana? Saksi Ahli Buka Fakta Baru di Kasus Hibah Pariwisata Sleman
-
Waspada Link Undangan Palsu, APK Berbahaya Curi OTP dan Data
-
Singgung Prabowo Trah Sultan HB II, Tuntut Pengembalian Aset Jarahan Geger Sepehi 1812 dari Inggris