SuaraJogja.id - Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) akan dibuka Minggu (02/02/2020) malam ini di Kampung Ketandan, Malioboro. Kegiatan tahunan yang digelar sejak 15 tahun terakhir sebagai rangkaian perayaan Imlek ini nyatanya mendatangkan berkah bagi para pedagang mainan.
Jauh-jauh datang dari Kampung Jamblang, Cirebon, sejumlah penjual mainan liong dan barongsai menjajal peruntungannya. Selama beberapa hari terakhir, mereka menjajakan beragam mainan liong dan barongsai yang menjadi kesenian kas warga Tionghoa tersebut.
"Kami datang pakai mobil carteran. Berjualan di sini selama perayaan," ujar Adi Sunardi (27), salah seorang pedagang mainan liong dan barongsai, Minggu (2/2/2020).
Adi mengaku bisa meraup pendapatan yang lumayan besar setiap PBTY meski hanya datang setahun sekali. Mainan liong dan barongsai yang dijualnya dengan harga Rp25.000 hingga Rp70.000 bisa habis terjual setiap tahunnya.
Hal senada disampaikan pedagang mainan lainnya, Supriyanto (29) yang mengaku selalu mendapatkan berkah saat PBTY. Dagangannya laris -manis warga yang menikmati festival budaya tersebut.
"Kalau pas sepi bisa dapat dua ratus ribu, tapi kalau ramai bisa berlipat-lipat," imbuhnya.
Sementara, Pekan BudayaTionghoa Yogyakarta (PBTY) akan digelar selama sepekan mulai Minggu (02/02/2020) malam ini merupakan gelaran ke-15 kalinya dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek.
Agenda rutin tiap Imlek ini diharapkan bisa membangkitkan pariwisata DIY pascaisu virus corona.
"PBTY tahun ini cukup istimewa karena bisa jadi ajang memulihkan pariwisata Jogja setelah isu virus corona ada dimana-mana, termasuk di Jogja meski tidak terbukti ada," ungkap Sekretaris Daerah (sekda) DIY, Baskara Aji saat dihubungi, Minggu (02/02/2020) siang.
Baca Juga: Tak Cuma Instagramable, Ngopi Makin Syahdu di "Hutan Mini" TUGU LOR Jogja
Menurut Aji, PBTY yang digelar selama seminggu lebih juga diharapkan mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah atau asing. Apalagi Februari ini masih masuk low season wisatawan berkunjung di DIY.
Ia menyebut ada beragam suguhan acara dan kuliner yang akan memeriahkan PBTY tahun ini. Di antaranya Yogyakarta Dragon Festival ke-9, panggung hiburan, lomba budaya Mandarin, bazaar kuliner, pertunjukan wayang potehi dan akukturasi budaya Tionghoa dan Jawa.
Selain itu ada gelaran pameran Rumah Peranakan tahun ini di PBTY. Rumah ini merupakan rumah Kapiten Tan Jien Sing atau KRT Secodiningrat. Kapiten Tan Jien Sing dikenal sebagai generasi awal etnis Tionghoa di DIY. Rumahya sendiri saat ini sudah dibeli Dinas Kebudayaan DIY.
"Kegiatan (PBTY) ini bagus dan tanggapan masyarakat pun bagus sehingga jadi calender of event DIY. Biasanya tamu (wisatawan) cukup banyak. Diharapkan ada terus hal-hal baru yang disuguhkan," ungkapnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
-
Yuk Kenali Lebih Dekat, Indahnya Akulturasi Budaya di Kampung Ketandan
-
Rayakan Imlek di Jogja, Cicipi Rekomendasi Kuliner Dekat Kampung Ketandan
-
Muncul di Abad ke-19, Ini Sejarah Singkat Pecinan di Jogja
-
Menyambangi Kampung Ketandan dan Rumah Tan Jin Sing Penemu Candi Borobudur
-
Tan Jin Sing, Sosok Tersohor di Kampung Ketandan Yogyakarta
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
UPN Jogja Sebut Belum Ada Tawaran Resmi Kelola MBG, Pilih Fokus Ketahanan Energi
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor