SuaraJogja.id - Program kawasan semipedestrian Malioboro kembali diujicobakan, Jumat (7/2/2020). Namun, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta belum bisa mematangkan konsep semipedestrian Malioboro. Sebab, selama dua kali uji coba selain setiap Selasa Wage, Dishub masih belum bisa memetakan secara lengkap persoalan yang terjadi.
Apalagi, uji coba baru dilakukan kala low season, saat tidak banyak wisatawan berkunjung ke DIY maupun saat weekend atau akhir pekan, sehingga dimungkinkan kondisinya akan berbeda saat high season, atau di musim liburan nanti.
"Uji coba ini kan baru diakali di low season ini, jadi kita belum bisa memastikan [konsep yang tepat]. Bagaimana data lalu lintas, kecenderungan lalu lintas, dan sebagainya," ungkap Kepala Dishub Kota Yogyakarta Agus Arif, Jumat siang.
Menurut dia, pihaknya masih mengevaluasi kawasan luar Malioboro pascapengalihan lalu lintas, termasuk mengambil data pelaksanaan program di hari-hari lain agar datanya lebih komprehensif.
Namun, dipastikan kebijakan semipedestrian tersebut akan berdampak pada penambahan volume kendaraan di ruas-ruas jalan tertentu. Meski begitu, dari pengamatan yang dilakukan sejak Jumat pagi, tidak ada kemacetan yang tinggi di titik luar Malioboro.
Karenanya, ke depan uji coba akan kembali dilakukan untuk hari lain, termasuk uji coba satu arah di ruas-ruas jalan tertentu, seperti di Jalan Mataram, serta persiapan infrakstruktur yang dibutuhkan.
"Ada beberapa timeline uji coba karena Jogja kan jadi destinasi orang, baik mau makan, sekolah, jalan-jalan, sehingga hal ini yang perlu kita pelajari agar komprehensif," ungkapnya.
Agus menambahkan, meski kawasan semipedestrian baru diujicobakan, masyarakat sudah mulai memahami kebijakan tersebut, terutama pengalihan lalin. Karenanya, observasi akan terus dilakukan.
"Kami akan kooridinasikan dengan pihak lain, termasuk penambahan personel [Dishub], treatment apa yang dilakukan," imbuhnya.
Baca Juga: Ponsel Layar Lipat Motorola Razr Retak Setelah 27.000 Kali Ditekuk
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi
-
Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir
-
11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa
-
Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY