SuaraJogja.id - Episode hidup memprihatinkan kini tengah dilakoni oleh keluarga Kandi Widarni (33) dan Mustakim (30), pasangan suami istri yang tinggal di Padukuhan Soka RT 05 RW 04 Desa Wunung Kecamatan Wonosari, Gunungkidul.
Anak kedua pasangan ini, Abizar Mauza, lahir dengan kelainan genetika langka. Kelainan yang membuat balita berumur 13 bulan ini mengalami tumbuh kembang tak seperti bayi-bayi seumurannya. Di usianya yang sudah lebih daru satu tahun, Abizar belum bisa duduk dan hanya mampu tengkurap.
"Abizar lahir dengan kepala membesar seperti penderita Hydrozepalus. Dokter awalnya menduga hydrocepalus, namun setelah dicek oleh dokter hasilnya negatif bukan Hydrosepalus," tutur Kandi di rumahnya, Senin (2/3/2020).
Abizar kini tinggal bersama ibu, kakek dan neneknya serta kakaknya yang baru berumur 10 tahun di rumah sederhana yang masih berlantai semen. Angin yang bertiup pelan perlahan menembus dinding-dinding rumah yang memperlihatkan beberapa titik bolong dimakan usia.
Kandi menuturkan, sebenarnya ia sudah siap menerima kondisi anaknya tersebut. Terlebih, sejak dalam kandungan dokter sudah memberitahu tentang adanya kemungkinan anaknya akan mengalami kelainan.
Sebelum lahir, lanjut Kandi, ketika usia kandungan sekitar 6 bulan anaknya tidak begitu aktif bergerak. Hal inilah yang lantas membuat dokter mengeluarkan analisis kelainan.
"Irama jantungnya ada kelainan. Detak jantungnyapun kadang ada dan kadang tidak ada,"ujarnya.
Selain kepala Abizar bengkak seperti mengandung air, saat lahirpun anaknya tak menangis dan baru bisa menangis ketika 3 hari setelah lahir. Rasa kecewa dan putus asa sempat menghinggapinya sebelum akhirnya Kandi sadar dengan kondisi kekurangan dari anaknya tersebut.
Karena kelainan, Abizar lantas dirawat di RSUD Wonosari selama 2 minggu. Namun ketika dirawat di RSUD Wonosari, dokter tidak pernah menyampaikan sebenarnya apa yang diderita anaknya.
Baca Juga: Sidang Kasus Ikan Asin Kembali Digelar, Rey Utami Tampak Lesu
Belum sempat pulang ke rumah, Abizar lantas dirujuk ke RSUP dr Sardjito. Pihak dokter memperkirakan Abizar menderita Syndrom Mucopolish Sacarida atau kelainan genetika langka. Namun untuk memastikannya, urin dan sampel darah Abuzar akan dikirim ke Taiwan terlebih dahulu.
Hasilnya baru keluar dua bulan lalu dan dokter menyatakan negatif. Dokter lantas kembali mendiagnosa jika Abizar menderita penyakit Palister Kilian dan baru diobservasi dalam dua bulan terakhir.
Tak cukup sampai disitu, Abizar juga menderita penyakit epilepsi, mata odigeginesis atau sering disebut kelainan kornea mata sehingga mata kanan agak bengkak dan cenderung turun.
"Kami harus kontrol seminggu sekali. Biasa tiap kamis tapi kemarin digeser hari selasa. Kontrolnya komplit ke poli anak, visioterapi, THT ataupun mata sekalian," ungkapnya.
Akibat penyakit yang diderita oleh Abizar, ia seringkali kejang-kejang tanpa sebab. Abizar bahkan bisa mengalami kejang lima kali dalam sehari hingga ia berumur sembilan bulan. Kini, kedua orang tuanya mengaku bersyukur karena dalam 3 bulan terakhir anaknya sudah terbilang jarang mengalami kejang-kejang.
Cobaan yang menerpa Kandi dan keluuarga kecilnya seakan tak berhenti, kini putra bungsunya itu mengalami katarak di mata kiri dan telinga kanannya tuli. Testis anaknya juga tidak kunjung turun seperti anak pada umumnya sehingga kemungkinan besar harus dioperasi.
Berita Terkait
-
Modal Belikan Es, ABG di Pandeglang Perkosa Balita di Lantai Rumah
-
Sering Mimpi Basah, Remaja di Pandeglang Cabuli Balita Berusia 3 Tahun
-
Bejat! Cerai Dengan Istrinya, RM Malah Cabuli Anaknya yang Masih Balita
-
Jeritan Anak TK Usai Dicabuli Tetangga: Aku Mau Mati Bu, Diikat di Hutan
-
Mediasi Pasutri Tertimpa Pohon Di Wates, ORI Sarankan Tindakan Korektif
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor
-
Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!