SuaraJogja.id - Di Kabupaten Gunungkidul, harga gula pasir di pasaran naik sampai Rp16.000 per kilogram. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul menduga, makin mendekatnya bulan suci Ramadan merupakan salah satu penyebab kenaikan tersebut.
"Pantauan kami juga memang gula pasir ini mengalami kenaikan, hasil analisis kami [kenaikan ini] karena memang akan memasuki musim bulan puasa Ramadhan," kata Sekretaris Disperindag Virgilio Soriana kepada Harianjogja.com -- jaringan SuaraJogja.id, Kamis (5/3/2020).
Virgilio mengungkapkan, kenaikan ini merupakan hal yang rutin terjadi di Indonesia, yakni ketika menjelang bulan Ramadan, berbagai bahan pokok seperti gula pasir akan mengalami kenaikan. Selain itu, kenaikan juga disebabkan adanya keterbatasan pasokan gula pasir, sehingga ada stok untuk para pedagang menurun.
"Adanya keterbatasan pasokan, kami juga komunikasi terus dengan provinsi agar bsia menjaga stok. Juga kami mengajak Bulog agar bisa melakukan kegiatan penetrasi pasar, sehingga stoknya bisa ditingkatkan," jelas dia.
Di sisi lain, pihaknya memastikan, keterbatasan stok gula pasir bukan dampak dari merebaknya virus corona Covid-19.
"Sepertinya enggak [karena corona] karena kita di Indonesia punya pabrik gula sendiri," tutur Virgilio.
Berita Terkait
-
Stok Antiseptik di Gunungkidul Langka, Apotek Naikkan Harga Dua Kali Lipat
-
Sumur Kasino Tiba-tiba Amblas, Warga Genjahan Resah Terjadi Tanah Bergerak
-
Gunungkidul Targetkan Selesai Bangun Kolam Dipping Sebelum Iduladha
-
Bawaslu Dalami Dugaan Kecurangan KPU terhadap Paslon Pilkada Gunungkidul
-
Harga Gula Pasir di Jogja Masih Tinggi, Disperindag: Turun dari Pekan Lalu
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha