SuaraJogja.id - Belakangan nama dr tirta kerap bersliweran di berbagai media massa, bahkan media sosial juga. Influencer sekaligus lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), Tirta Mandira Hudhi atau yang lebih akrab dipanggil dr. Tirta tersebut, paling baru viral usai ngegas soal kebijakan di rumah aja.
Belum lama ini dr. Tirta, dengan gaya khasnya menyoroti jumlah Alat Pelindung Diri (APD) yang tersedia bagi dokter, perawat dan tenaga medis di Indonesia.
Ia bahkan mengibaratkan tenaga medis di Indonesia saat ini bagai player dalam game PUBG sedang berperang menggunakan panci, sedangkan lawannya, virus corona sudah menggunakan senapan AWP.
Dalam bincang di acara Indonesia Lawyers Club beberapa waktu lalu, dr. Tirta juga menyampaikan bahwa cuci tangan sangat direkomendasikan untuk membunuh virus corona. Bahkan, dengan cuci tangan selama minimal 20 detik bisa membunuh bakteri dan virus hingga 90%.
dr. Tirta memang terkenal sebagai dokter yang nyentrik, dengan gayanya khas. Meskipun ngegas, yang disampaikan dr. TIrta adalah benar. Berikut 5 pesan dari dr. Tirta yang bisa kamu jadikan catatan harianmu,
1. Jangan Ngasal Bikin Hand Sanitizer
dr. Tirta dalam acara Indonesia Lawyers Club beberapa waktu lalu, dr. Tirta juga menyampaikan, yang paling ampuh untuk membunuh virus corona adalah cuci tangan.
Hand sanitizer memang sangat dibutuhkan saat ini, namun bukan berarti kamu bisa asal membuatnya tanpa resep dan komposisi yang pas. Bukannya bikin bersih dari virus tapi malah kulitmu makin ambyar.
2. Gak Perlu Lebay
Baca Juga: Sebab Wafatnya Ibunda Jokowi, Istana: Kami Tunggu Keterangan Resmi Keluarga
Seperti yang ditulis di atas, cuci tangan adalah salah satu cara paling baik untuk mengatasi virus corona. Caranya cukup cuci tangan pakai sabun. Cukup sabun, sabun harga 2 ribuan sudah cukup untuk mengantisipasi tersebarnya virus corona.
Kamu gak perlu lebay beli macam-macam sabun yang mahal untuk menangkal corona, apalagi sampai menimbun.
3. Pulang Kerja Bersihkan Diri
Saat kamu dari luar rumah, entah dari pasar, bekerja atau sekedar jalan-jalan, biasakan untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum kamu rebahan atau berinteraksi dengan keluarga. Minimal cuci tangan, atau dianjurkan untuk mandi.
4. Jangan Bergantung Pada Orang Lain
Masih banyak orang Indonesia saat ini, ketika Indonesia dilanda wabah corona, mereka menyalahkan pemerintah karena dinilai lamban mengatasinya.
Berita Terkait
-
Meroket! Jumlah Pasien Positif Corona di Jogja Bertambah 12 Orang
-
UPDATE: 1 PDP Meninggal Dunia dan 1 Warga Gunungkidul Positif Corona
-
dr. Tirta: Cuci Tangan Sambil Nyanyi Balonku Ada 5 Efektif Bunuh Virus
-
Alhamdulillah 1 Pasien Corona Sembuh, Total 31 Orang Dibolehkan Pulang
-
Bertambah 105, Total Kasus Positif Corona Melesat Jadi 790 Orang
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
DIY Darurat Kekerasan Seksual di Sekolah: DPRD Usul Perda Komprehensif, Lindungi Siswa dan Guru!
-
Jadwal Lengkap Waktu Buka Puasa atau Azan Magrib di Jogja Hari Ini 26 Februari 2026
-
Gitar dan Pikiran Kritis: Mengenang John Tobing, Sahabat Karib yang Menjadi 'Suara' Demonstran
-
Jelang Hari Raya, Pengawasan Pangan dan Parsel Lebaran di Kota Jogja Diperketat
-
8 Fakta Dibalik Implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan di Sekolah Yogyakarta