SuaraJogja.id - Perkembangan terbaru sebaran virus corona di DI Yogyakarta, satu warga di Kecamatan Ponjong, Gunungkidul berusia 55 tahun dinyatakan positif Covid 19. Yang bersangkutan saat ini sudah dirawat di rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawati mengungkapkan, seorang warga Ponjong dinyatakan positif corona setelah pihaknya mendapat konfirmasi dari pihak provinsi.
Selain itu, dikonfirmasi Dewi Irawati, satu Pasien Dalam pengawasan (PDP) yang merupakan warga Wonosari sebelumnya dirawat di RS Panti Rapih dinyatakan meninggal.
Hingga hari Rabu (25/3/2020) pukul 14.00 WIB, setidaknya ada 293 orang warga Gunung Kidul yang yang masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP), 8 PDP, 1 positif dan 1 meninggal dunia (PDP).
"Sementara PDP (pasien dalam pengawasan) ada 8 orang dan satu orang PDP meninggal dunia," tutur Dewi, Rabu (25/3/2020) ketika dikonfirmasi melalui nomor pribadinya.
Dewi menyebutkan, dari 18 kecamatan yang ada di wilayah kabupaten Gunungkidul hanya Kecamatan Purwosari yang tidak ada warga kategori ODP, PDP ataupun positif Corona. Sementara untuk ODP terbanyak berada di wilayah kecamatan Karangmojo, jumlahnya mencapai 86 orang.
Untuk kecamatan dengan PDP terbanyak adalah Kecamatan Wonosari yaitu 3 orang disusul oleh Karangmojo 2 orang dan Kecamatan Ponjong, Paliyan, Saptosari serta luar wilayah masing-masing 1 orang. Menurutnya, hal ini besar kemungkinan dipengaruhi adanya gelombang pulang kampung warga Gunungkidul yang berasal dari zona merah.
"Mereka mudik dan mengalami gejala gangguan pernapasan,"tambahnya.
Berkaitan dengan kepastian dirawatnya pasien positif corona tersebut sampai saat ini Dewi masih belum memaparkan riwayat yang bersangkutan. Karena begitu mendapatkan kabar dari provinsi terkait dengan adanya satu pasien yang positif corona, dirinya langsung menghadap Bupati.
Baca Juga: Pedagang Masker Kain Raup Rp 500 Ribu per Hari
"Maaf baru rapat dengan bupati," tulis Dewi.
Kasus corona di wilayah DI Yogyakarta terus meningkat sejak pertama kali diumumkan. Di Kecamatan Saptosari Gunungkidul ada seorang warga yang terpaksa harus dijemput oleh Petugas Puskesmas karena warga sekitar tidak bersedia mengantarkannya ke Puskesmas ataupun rumah sakit.
"Terkait positifnya atau tidak kami belum tahu. Hanya saja keluarga kami tersebut baru saja pulang dari Genuk Semarang Timur yang notabene merupakan zona merah coronavirus," ujar Kepala Desa Ngloro Kecamatan Saptosari, Hery Yulianto.
Ia menuturkan, sudah melarang pasien tersebut untuk sementara berinteraksi dengan keluarganya ataupun sanak saudaranya untuk mendekat bahkan kontak fisik. Barang bawaannya termasuk masker juga langsung dibakar. Mengatisipasi kepanikan warga, dia segera menghubungi puskesmas terdekat.
Kepada keluarganya, warga tersebut mengaku telah menderita gejala demam tinggi sejak 4 hari yang lalu yaitu ketika masih berada di Semarang Timur. Namun kemarin hari Selasa ketika yang bersangkutan tiba di desa Ngloro, kondisinya menurun karena mengaku tenggorokannya sakit dan demam tinggi.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
dr. Tirta: Cuci Tangan Sambil Nyanyi Balonku Ada 5 Efektif Bunuh Virus
-
Cegah Corona, Lapas Sleman Lakukan Disinfektasi Mandiri
-
PDP Paling Banyak di DIY, Ini Informasi Sebaran Kasus Corona di Sleman
-
Dampak Corona: Jumlah Kendaraan Berkurang, Kualitas Udara di Jogja Membaik
-
Warga Pucung Bikin Bilik Sterilisasi, Warganet: Semoga di Ibukota Juga Ada
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Janji 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Ditagih, Pemerintah Diminta Berhenti Berkilah
-
Tinggal di Rumah Bambu Tanpa TV, Janda di Jogja Ini Syok Dicap Masuk Kategori Orang Kaya Desil 10
-
Pertumbuhan Ekonomi dan Ilusi Keberhasilan Pembangunan
-
Uang Palsu Rp36 M Bukan Sekadar Kerugian, Akademisi: Bisa Gerus Kepercayaan Publik terhadap Rupiah