- Pemerintah memindahkan Arca Unfinished Buddha ke Lapangan Kenari Borobudur menjelang perayaan Waisak untuk menata ekosistem peribadatan kawasan.
- Kolaborasi lintas instansi dan komunitas lokal dilakukan dalam pemindahan arca tersebut guna memperkuat nilai spiritualitas serta pelestarian budaya.
- Langkah ini bertujuan menciptakan ruang ibadah yang representatif bagi umat Buddha sekaligus menjaga kualitas kawasan sebagai destinasi spiritual dunia.
SuaraJogja.id - Arca Unfinished Buddha di kawasan Candi Borobudur dipindahkan ke lokasi asal jelang perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE. Hal ini sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya, penguatan fungsi spiritual kawasan, serta penataan ekosistem peribadatan yang lebih berkelanjutan.
Pemindahan arca dilakukan melalui kolaborasi lintas pihak antara lain Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Museum dan Cagar Budaya (MCB), Kementerian Agama Republik Indonesia, InJourney Destination Management, para Bhikkhu, serta komunitas masyarakat adat setempat.
Arca Unfinished Buddha itu dipindahkan ke Lapangan Kenari yang berada di Zona I kawasan Candi Borobudur, tepatnya di area barat daya candi dan ditempatkan di antara dua pohon kenari yang memiliki nilai historis dan spiritual bagi kawasan tersebut.
Kepala Museum & Cagar Budaya, Esti Nurjadin menyatakan bahwa langkah ini tak hanya menjadi bagian dari pelestarian warisan budaya dunia. Namun turut menghadirkan ruang spiritual yang lebih representatif dan berkelanjutan bagi masyarakat.
"Seluruh proses dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai pelestarian cagar budaya, menghormati masyarakat dan adat setempat, guna memastikan tata Kelola Kawasan yang berkelanjutan agar Borobudur tetap terjaga sebagai pusat spiritual dan budaya dunia," kata Esti dikutip, Kamis (28/5/2026).
Pemindahan ini merupakan bagian dari penataan kawasan spiritual Borobudur. Tujuannya agar masyarakat dapat menjalankan ritual dan aktivitas peribadatan dengan lebih khusyuk.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menjelaskan bahwa Borobudur sebagai candi Buddha terbesar di dunia yang memiliki peranan penting bagi umat Buddha.
Namun lebih dari itu, Borobudur sebagai destinasi pariwisata berbasis budaya yang memiliki nilai spiritual dan sakral yang tinggi bagi masyarakat setempat.
"Pengembangan Borobudur sebagai destinasi spiritual dan budaya berkelas dunia harus berjalan selaras antara pelestarian warisan budaya, penguatan nilai spiritual, dan pengembangan ekosistem pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan," ujar Maya.
Baca Juga: Kampung Seni Kujon: Jembatan Budaya untuk Melestarikan Candi Borobudur
Prosesi pemindahan arca itu turut diwarnai dengan ritual adat dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai budaya, spiritualitas, dan harmoni masyarakat sekitar kawasan Borobudur.
Momentum ini sekaligus menjadi simbol penguatan hubungan antara pelestarian heritage dengan kehidupan spiritual masyarakat yang telah berlangsung selama berabad-abad.
"Kami ingin memastikan Borobudur tetap lestari sekaligus relevan sebagai spiritual and pilgrimage destination kelas dunia yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat luas," tuturnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan, menjelaskan bahwa pemindahan Arca Unfinished Buddha ke Kawasan Lapangan Kenari dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek.
"Penempatan arca di area penyangga ritual diharapkan dapat mendukung terciptanya sirkulasi kegiatan spiritual yang lebih tertata, menghadirkan ruang ibadah yang lebih representatif bagi umat, sekaligus menjaga kualitas pengalaman pengunjung," ucap Intan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Geruduk DPRD, BEM DIY Tagih UU Perampasan Aset Agar Tak Jadi Dokumen yang Terparkir di DPR
-
Waspadai Pelajar Terseret Aksi Demo, Disdikpora DIY Perketat Pengawasan Sekolah
-
Komitmen Perkuat Koperasi dan UMKM, Dirut BRI Hery Gunardi Raih Bakti Koperasi
-
BRI Perkuat Ekonomi Desa BRILiaN Balbar di Sofifi Maluku Utara dan UMKM Lewat Semarak Merah Putih
-
SDI Dukung Tuntutan AMPB soal RUU Perampasan Aset, Tapi Ingatkan Risiko Penyusupan