SuaraJogja.id - Ditutupnya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan berimbas pada pengangkutan sampah warga Kabupaten Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta. Selama TPST Piyungan masih ditutup, warga Kota Yogyakarta pun diminta untuk bijak mengelola sampah.
Pasalnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta pun tak bisa mengangkut sampah warga Jogja. Itulah sebabnya warga Jogja perlu mengurangi dan mengelola sampah dengan bijak.
"Selamat siang sedherek, karena ditutupnya TPST Piyungan sejak Rabu (8/4) kemarin, maka untuk sementara rekan-rekan
@DLHkotayk tidak bisa melakukan pengangkutan sampah," cuit @PemkotJogja, Jumat (10/4/2020).
Tak hanya itu, karena sampah tak bakal diangkut, warga Jogja juga tak boleh membuang sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Baca Juga: BMKG Jelaskan Misteri Dentuman dan Kondisi Laut saat Anak Krakatau Erupsi
"Kami mengimbau kepada warga Kota Yogyakarta untuk sementara menunda pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) untuk mengantisipasi penumpukan sampah di depo," lanjut kun milik Pemkot Jogja itu.
"Kami juga meminta agar warga Kota Yogyakarta dapat secara bijak mengelola sampahnya, antara lain dengan menerapkan sistem reuse, reduce, recycle," imbuhnya.
Melalui utas tersebut, Pemkot Jogja juga menyampaikan harapan supaya operasional TPST Piyungan dapat kembali berjalan normal tiga hari ke depan. Pihaknya juga meminta maaf atas situasi yang tidak nyaman ini.
TPST Piyungan tutup sementara
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan diketahui tutup sementara sejak Rabu (8/4/2020). Mulanya penutupan direncanakan berlangsung selama tiga hari sampai Jumat (10/4/2020).
Baca Juga: Andritany Ardhiyasa Lelang Jersey Timnas Indonesia
Kepala Balai Pengelolaan Sampah TPST Piyungan Fauzan Umar mengungkapkan, selama musim hujan kodisi lahan landfill TPST dari hari ke hari makin becek, sehingga daya dukung lahan untuk menumpu beratnya alat tidak lagi memungkinkan. Akibatnya, operasi alat berat yang bekerja untuk melayani bongkaran sampah dari armada truk sering kepater, atau ambles.
"Sehingga pelayanan menjadi tidak lancar dan menyebabkan antrean truk menjadi panjang," paparnya, Kamis (9/4/2020), melalui nomor pribadinya.
Menurut Fauzan, kondisi kapasitas TPST yang sudah overload menjadi persoalan utama yang menyebabkan sampah sudah melampaui elevasi jalan. Ketika terjadi hujan lebat, air lindi dan sampah menyebar ke mana-mana, terutama di atas jalan.
"Bahkan sampah-sampah dan air lindi ini kadangkala sampai ke lahan pertanian. Kapasitas drainase yang ada sering tidak mampu menampung debit yang disertai material sampah," tambahnya.
Penutupan ini tak ayal berdampak pada ditutupnya pula sejumlah TPS di lingkungan DLH Yogyakarta, sehingga petugas pengankut sampah untuk sementara ikut berhenti bekerja. Kepala Kota Yogyakarta Suyana pun mengimbau agar masyarakat dapat menyimpan terlebih dahulu limbah rumah tangganya selama petugas tak beroperasi.
"Sementara ini kami minta tolong kepada warga menyimpan sampah masing-masing, ditutup dan dikemas dengan baik. Saat ini kami sudah meminta petugas untuk tak terlebih dahulu mengambil sampah ke rumah warga," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan