SuaraJogja.id - Belum lama ini banyaknya cacing bermunculan naik ke permukaan terjadi di Kota Solo, Jawa Tengah hingga menghebohkan wraga setempat. Tak lama setelahnya, fenomena serupa dikabarkan terjadi di Kapanewon Wates, Kabupatn Kulon Progo.
Akun @rizky_mela membagikan video kejadian itu ke Twitter pada Senin (4/5/2020) pagi. Dalam video berdurasi 19 detik itu dirinya memperlihatkan kondisi permukaan tanah yang dipenuhi cacing.
Cacing-cacing tersebut menjalar di atas tanah menuju ke tengah. Namun, pada bagian tepi pojok, terdapat lebih banyak cacing yang tampak menumpuk.
Pengunggah video mengungkapkan bahwa fenomena itu terjadi di Kalurahan Ngestiharjo, Wates. Menurut pantauannya, cacing-cacing tersebut naik ke permukaan tanah.
"Terpantau cacing naik ke permukaan, Loc: Ngestiharjo, Wates," cuit @rizky_mela dengan emoji terkejut.
Beberapa komentar warganet menunjukkan keheranan, tetapi ada juga yang menanggapinya santai.
"Tanda-tanda keagungan Allah. Takbir," tulis @anggitomboso.
"Bakul alat pancing merapat," kicau @dennywidy.
Pada pertengahan April kemarin, fenomena kemunculan segerombol cacing dari bawah tanah naik ke permukaan terjadi di Solo. Warga sempat heboh lantaran mengaitkannya dengan penanda akan terjadinya gempa bumi.
Baca Juga: Didi Kempot Meninggal 20 Menit Setelah Dilarikan ke Rumah Sakit
Namun, diberitakan ANTARA, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengungkapkan, peristiwa itu belum dapat dipastikan sebagai pertanda akan terjadi gempa. Meski beberapa peristiwa gempa yang merusak di dunia memang diawali adanya gejala alamiah, berupa kemunculan cacing tanah secara massal, menurut Daryono, kejadian di Solo belum tentu sebagai tanda akan datangnya gempa.
"Munculnya cacing di beberapa tempat di Solo, akhir-akhir ini, tampaknya belum dapat dikatakan sebagai petunjuk akan terjadi gempa. Fenomena cacing di daerah tersebut berdiri sendiri, tidak didukung bukti-bukti alamiah lain beserta data anomali prekursornya," kata Daryono melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (19/4/2020).
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Ramai di Threads, Dosen Farmasi UMY Diduga Lecehkan Mahasiswi, Kampus Panggil yang Bersangkutan
-
Peringati 250 Tahun AS, Kedutaan Besar AS Gelar Pelatihan Jurnalisme Mobile di Yogyakarta
-
Jogja Laptop Festival 2026: Axioo Suguhkan Hype AMD X1 dan Pongo 535
-
Kejagung Bergerak, Seluruh Titik SPPG DIY Disisir Kejati
-
Kemenpar Dorong Penerbangan Langsung India-YIA, Bidik Kenaikan Wisatawan ke Yogyakarta