SuaraJogja.id - Jika saat ini semua orang berupaya sedemikian rupa untuk melindungi diri dengan menghindari Covid1-9, tidak dengan yang dilakukan petugas swab di rumah sakit. Mereka berani menghadapi risiko dengan mendekati langsung sumber virus itu untuk mengambil sampel dari tenggorokan dan lubang hidung.
Salah satunya seperti yang harus dijalani petugas swab RSUD Wates, Wiwin Sulistyawati. Ia menuturkan dengan tingginya risiko yang dihadapi ia setidaknya harus melakukan perlindungan berlapis. Di antaranya memakai tiga setel baju dalam proses pengambilan swab. Satu setel pakaian operasi, satu setel Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dan satu setelan jubah.
Tak hanya itu, perlengkapan berlapis juga dikenakan untuk pelindung tangan hingga mata. Mulai dari sarung tangan yang menutup hingga lengan hingga mengenakan kacamata khusus dilapis Face Shield.
"Kurang lebih butuh waktu setengah jam, hanya untuk melakukan semua persiapan pengambilan swab itu," ujar Wiwin Sulistyawati, Selasa, (5/5/2020).
Berpasrah dengan disertai doa adalah hal wajib yang Wiwin lakukan sebelum masuk ke ruang isolasi. Berbekal satu kotak peralatan yang dibawa masuk, ia harus selalu menguatkan hati untuk tak ragu ketika menghadapi pasien Covid-19.
Biasanya, estimasi waktu yang dibutuhkan Wiwin untuk mengambil sampel dari hidung dan tenggorokan berkisar antara lima menit paling cepat dan 10 menit paling lama. Semua itu tergantung kondisi pasien.
Wiwin mengaku pernah mengambil swab sebanyak empat pasien dalam sehari. Dari pasien satu ke pasien lainnya itu Wiwin harus mengganti sarung tangan lapisan ketiga tiap mengambil swab.
"Masuk pukul 08.00 WIB bisa baru keluar pukul 10.00 WIB, tidak jarang basah kuyub oleh keringat," kata Wiwin.
Ditegaskan Wiwin bahwa pengambilan swab bukan perkara yang sepele. Pengambilan sampel yang tidak tepat akan sangat mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium.
Baca Juga: Kulon Progo Belum Rencanakan Rapid Test COVID-19 Massal, Ini Alasannya
Selain kesiapan petugas swab, ketenangan pasien jadi salah satu kunci mulusnya pengambilan sampel. Kesulitan yang sering Wiwin alami adalah ketika kondisi pasien tidak rileks. Saat mengambil sampel dihidung, kondisi pasien yang tidak tenang juga membuat otot hidung seolah menutup sehingga dacron swab tak sampai masuk ke titik dalam.
"Kalau tidak tenang, mau ambil swab ditenggorokan nanti lidah pasien seperti refleks tidak mau menjulur keluar, kalau kondisinya seperti itu dacron swab tidak bisa mentok sampai dalam," jelasnya.
Perempuan 41 tahun itu berkisah menjadi petugas yang mengambil sampel swab merupakan pengalaman paling menantang dalam kariernya.
Ia mengungkapkan saat pertama kali bertugas mengambil sampel swab, pasien yang dihadapinya adalah balita. Ia mengaku itu pengalaman mendebarkan apalagi selama mengikuti pelatihan pasien yang dihadapinya bukan pasien Covid-19 dan hanya sebuah manekin untuk simulasi.
"Baru pertama terus tiba-tiba pasien yang harus saya swab adalah balita, setelah ambil swab malamnya saya tidak bisa tidur, cemas juga takut kalau salah," ujarnya.
Berita Terkait
-
Pemerintah Targetkan Covid-19 Terkendali pada Juni-Juli
-
Tak Ada Pemasukan selama Pandemi Covid, KBS Lakukan Ini untuk Rawat Satwa
-
Pentas di Rumah Ganjar Pranowo, Seniman Jateng Bawakan Tema Covid-19
-
Di Kenya, Korban Meninggal Akibat Banjir Lebih Banyak dari Covid-19
-
Memilukan, Jutaan Anak Kelaparan Akibat Pandemi Covid-19
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
4.664 Kasus Perceraian di DIY, Trauma Anak Jadi Luka yang Jarang Dibahas
-
Tempat Hiburan di Jogja Ludes Terbakar, Owner Soroti Pemadaman Listrik Berulang
-
Seniman ARTJOG Lapor ke LBH, Soroti Dugaan Represi di Ruang Seni Yogyakarta
-
Menghadapi Krisis Iklim dari Desa: Sinergi KAGAMA dan UGM Lewat KKN-PPM 2026
-
Dorong Inovasi PAI dan Kualitas Pendidikan, UNY Bekali Guru dengan Project Based Learning