Dulu bila merujuk protokol awal, Wiwin harus mengambil swab dua hari sekali. Namun menurut protokol yang baru, pengambilan swab hanya dilakukan di hari ke-1 dan ke-2 lalu ke-15 dan ke-16. Sudah tak terhitung Wiwin mengambil swab dari para pasien di ruang isolasi.
Wiwin menuturkan beberapa pasien yang pernah ia ambil swabnya sempat mengeluh sakit. Bagaimana tidak sebilah batang berukuran 10 cm masuk ke 2/3 lubang hidung dan juga dijulurkan masuk ke dalam tenggorokan.
Bagi pasien dewasa mungkin Wiwin bisa berkomunikasi untuk lebih menenangkan pasien tersebut. Namun hal berbeda harus dihadapinya ketika berhadapan dengan balita berumur empat bulan yang belum bisa diajak berkomunikasi.
"Saya ingat waktu ambil swab pada balita, dia nangis, tapi mau tidak mau ya tetap harus tetap dilakukan," ujar Wiwin.
Untuk mengatasi rasa lelahnya Wiwin tak jarang butuh mandi hingga empat kali. Baru setelah itu ia bisa langsung beristirahat untuk melanjutkan tugas di hari berikutnya.
"Apalagi kalau puasa seperti ini, selepas ambil swab dengan baju dobel-dobel rasanya haus, padahal masih pagi," ucapnya.
Rasa lelah dan perjuangan Wiwin seakan terbayar tuntas bila mendapati pasien yang sempat ia ambil swabnya telah sembuh. Ia merasa senang karena turut membantu menyelamatkan hidup seseorang.
Seperti kasus balita empat bulan yang setiap dua hari sekali Wiwin ambil sampelnya dari rongga hidung dan tenggorakannya. Selama kurang lebih sepuluh kali Wiwin harus mengambil sampel dibarengan oleh isak tangis dari si bayi. Bayi tersebut akhirnya berhasil dinyatakan sembuh setelah 21 hari perawatan di RSUD Wates.
"Rasanya terharu mas saat pasien bayi itu akhirnya dinyatakan sembuh," ungkap Wiwin.
Baca Juga: Kulon Progo Belum Rencanakan Rapid Test COVID-19 Massal, Ini Alasannya
Setiap sampel yang diambil akan dimasukkan ke dalam tabung reaksi media spesifik, ditutup dengan berlapis-lapis penutup dalam box ice untuk selanjutnya dikirim dan dicek di Laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit Yogyakarta. Butuh dua kali hasil negatif dari hasil tes swab untuk seorang pasien Covid-19 dinyatakan sembuh.
Mengingat betapa beratnya tugas yang dihadapi petugas medis sepertinya, Wiwin pun berharap besar kepada seluruh masyarakat agar mematuhi segala aturan dan kebijakan yang digalakkan pemerintah termasuk untuk melakukan physical dan social distancing, Sebab, dengan tertib mengikuti imbauan pemerintah, secara tidak langsung masyarakat juga turut membantu para tenaga medis memerangi Covid-19.
Berita Terkait
-
Pemerintah Targetkan Covid-19 Terkendali pada Juni-Juli
-
Tak Ada Pemasukan selama Pandemi Covid, KBS Lakukan Ini untuk Rawat Satwa
-
Pentas di Rumah Ganjar Pranowo, Seniman Jateng Bawakan Tema Covid-19
-
Di Kenya, Korban Meninggal Akibat Banjir Lebih Banyak dari Covid-19
-
Memilukan, Jutaan Anak Kelaparan Akibat Pandemi Covid-19
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Teror May Day di Jogja: Mahasiswa Dikeroyok Preman Diduga Ormas, HP Dirampas Saat Rekam Aksi Brutal
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup