SuaraJogja.id - Tagar Indonesia Terserah belakangan kerap berseliweran di media sosial, menanggapi tak acuhnya masyarakat Indonesia akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi corona.
Di sisi lain, Penghageng Tepas Tandha Yekti Keraton Jogja Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu tetap meminta masyarakat untuk tak menyerah melawan corona, terlebih setelah menyaksikan foto-foto Lebaran tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro, Bantul.
Deretan foto dan video dari akun Instagram @rumahsakitlapangan itu diunggah ulang oleh akun @humasjogja milik Pemda DIY, Senin (25/5/2020). Seluruh nakes tampak mengenakan APD lengkap di RSLKC pada hari Lebaran 2020.
Sebagian besar dari mereka menunjukkan pose menangkupkan tangan di depan dada. Tertulis juga nama masing-masing bidan, perawat, dan dokter di apron yang mereka kenakan. Tak hanya itu, mereka mengucapkan pula selamat Idulfitri melalui tulisan di apronnya.
Dengan mengunggah foto-foto Lebaran ala nakes di tengah pandemi corona ini, Pemda DIY mengingatkan warganet untuk turut bekerja sama dengan tidak membuat kerumunan hingga jaga jarak [physical distancing] dari orang lain. Sebab, di balik kejenuhan masyarakat yang harus beraktivitas di dalam rumah, ada para nakes yang tetap bekerja di hari raya.
"Mungkin kita sudah jengah di rumah, tapi ingatlah perjuangan mereka yang tak kenal lelah.
Masih dalam suasana fitrah, tak ada salahnya kita doakan mereka agar mendapat berkah.
Semoga jasa dan dedikasinya, senantiasa menjadi amal ibadah.
Bantu mereka dengan tetap berada di rumah. Yang terpenting bagi kita sekarang adalah saling nyengkuyung. Mari permudah urusan dan pekerjaan orang lain, niscaya urusan kita akan dipermudah.
Tetap terapkan PHBS dan jangan lupa gunakan masker jika terpaksa harus beraktivitas di luar rumah.
Kami ucapkan mohon maaf lahir dan batin bagi seluruh tenaga medis di mana pun berada yang saat ini tengah berjuang menangani pasien COVID-19. Selamat Idulfitri bagi yang merayakan," tulis @humasjogja.
Baca Juga: Kepincut 'Torpedo' Besar Pemulung, Guru Digerebek Berzina saat Gema Takbir
Senada, GKR Hayu mengungkapkan pentingnya untuk tetap saling mengingatkan sesama warga Indonesia supaya pandemi segera berakhir dan para nakes pun tak lagi terkurung dalam balutan APD. Putri keempat Raja Keraton Jogja Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X dan Permaisuri GKR Hemas ini menyampaikan hal tersebut melalui story di Instagram.
Bersama dengan unggahan @humasjogja, @gkrhayu menambahkan, "Jangan #terserahIndonesia jangan berhenti mengingatkan orang untuk physical disatncing dan #dirumahaja supaya para nakes ini bisa segera bernapas lega."
Berita Terkait
-
Portal Lockdown yang Bikin Jantungan, Pemotor Dijamin Kabur saat Melintas
-
Sudah Ditutup, Pantai di Gunungkidul Tetap Ramai Dikunjungi Saat Lebaran
-
Viral Nisan Indonesia bin Terserah di TPU Jombang, Ternyata Ini Artinya
-
Nekat Keluar Jakarta, Puluhan Mobil Dipaksa Putar Balik di Tol Cikupa
-
Larangan Mudik Tetap Berlaku, Pengawasan Transportasi Diperketat
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
Terkini
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 86 Kurikulum Merdeka: Memahami Teks Negosiasi
-
DIY Setop Kirim Sampah ke Piyungan, Yogyakarta Genjot Pengelolaan Organik Mandiri
-
Laga PSIM Yogyakarta vs Persebaya Dipastikan Tanpa Suporter Tamu
-
Pengamat Hukum UII: Keterangan Saksi Kemenparekraf Justru Meringankan Sri Purnomo
-
Cekcok dengan Tetangga hingga Persoalan Warisan di Desa Masih Dominasi Masalah Hukum di DIY