SuaraJogja.id - Poster kegiatan diskusi yang digelar mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu lalu mencuri perhatian. Hal ini lantaran tema diskusi yang dianggap menjurus ke arah makar.
Poster diskusi bertajuk Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan tersebut mengundang Guru Besar Hukum Tata Negara UII, Prof Dr Nimatul Huda sebagai pembicara dengan M. Anugerah Perdana sebagai moderatornya.
Kegiatan diskusi yang dilakukan virtual tersebut rencananya akan dihelat Jumat (29/5/2020) siang ini. Namun urung terlaksana, poster diskusi tersebut sudah membuat geger.
Salah seorang dosen Fakultas Teknik Sekolah Pascasarjana UGM, Bagas Pujilaksono menyebut bahwa tema diskusi tersebut mengarah ke gerakan makar. Poster tersebut pun ramai dibahas di media sosial.
Tak sedikit yang juga menyebut bahwa tema diskusi tersebut kurang pantas dibahas di tengah situasi pandemi seperti ini.
"Apakah membiarkan forum-forum yang membicarakan narasi makar seperti? Silakan dianalisa kegiatan seperti ini karena bisa membukus tujuan makar dengan kegiatan ilmiah online, saatnya melawan pikiran sesat makar...," tulis @ilhm141.
"Memalukan sekali sepak terjang oknum-oknum ini, betul memang saaatnya harusnya fokus dan bersatu melawan covid, ini malah mau melemahkan walaupun dengan tema 'diskusi' emang ngga ada tema diskusi lain yang lebih bermanfaat apa ha..?????" ujar @pujakesuma0473.
"Kok UGM jadi gini?" tanya @PLullua.
"Acara ini jelas sekali arahnya..dan bukan saat yang tepat bahas kayak ginian, seperti besok mau kiamat aja," ujar @Imposter.
Baca Juga: Peduli Rumah Karantina Jogja, PMI DIY Beri Sprayer dan Cairan Desinfektan
"Gagasan ini dari UGM? Bukankah Preside @jokowi adalah alumninya? Waduuuuh, suara KAGAMA nya dimana ya," kata @Rudy_erka.
"Dengan kondisi saat ini kalau menurutku sih kurang beradab ngga tau etika/adab," kata @abu_jahanam.
Sementara itu dari informasi terbaru, diskusi bertajuk Meneruskan Persoalan Pemberhentian Presiden ditinjau dari Sistem ketatanegaraan, kabarnya dibatalkan.
"Berhubung respon masyarakat negatif terkait acara diskusi tersebut maka acara tersebut dibatalkan," terang akun @FI0B4M0R4.
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
Terkini
-
Singgung Prabowo Trah Sultan HB II, Tuntut Pengembalian Aset Jarahan Geger Sepehi 1812 dari Inggris
-
JPW Soroti Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Guru SLB di Jogja, Minta Percepat Proses Hukum
-
Jadwal Imsakiyah Jogja 23 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadan
-
Geger! Mahasiswi Dibegal Payudara di Bantul, Pelaku Dikejar Warga hingga Tertangkap
-
Jadwal Azan Magrib di Jogja pada 21 Februari 2026, Lengkap dengan Doa Buka Puasa