SuaraJogja.id - Merebaknya virus corona membuat berbagai objek wisata di Kabupaten Bantul tidak beroperasi. Salah satunya adalah Pantai Parangtritis yang biasanya menerima seribu tamu dalam satu hari, kini harus kehilangan seluruh pengunjungnya.
Selama tiga bulan penutupan objek wisata, para pelaku usaha di kawasan pantai laut selatan tersebut tidak memiliki penghasilan sama sekali.
Salah satu yang turut terdampak yakni Warti, seorang pengusaha warung makan di Pantai Parangtritis. KArena tak membuka usahanya selama wabah, ia sama sekali tidak mendapatkan penghasilan.
Warti juga merugi lantaran tidak sedikit barang dagangannya kadaluwarsa. Ia menyebutkan, mie instan dalam cup yang sedianya dijual untuk persediaan bulan Maret dan April banyak yang kadaluwarsa.
"Ya akhirnya saya makan sendiri, kalau ada temen atau orang yang mau ya saya kasihkan saja," kata Warti Rabu (3/6/2020).
Warti mengatakan, ada dua hingga tiga kardus mie instan yang harus ia habiskan sebelum kadaluarsa. Meski saat ini Warti sudah kembali berjualan, seringkali dalam sehari ia sama sekali tidak mendapatkan pemasukan.
Pada di hari biasa, dalam sehari ia bisa mendapatkan uang paling sedikit Rp 100 ribu. Namun kini, paling banyak dalam sehari dia hanya bisa mendapatkan Rp 15 ribu saja.
Suami Warti, Samad yang berprofesi sebagai kuli proyek juga mengeluhkan tidak ada pekerjaan selama pandemi. Meski hidup pas-pasan, ia mengaku rela tidak menabung asal bisa menyekolahkan anaknya.
"Biarpun saya hidup pas-pasan tapi kalau bisa nyekolahkan anak itu saya bangga," ujar Samad.
Baca Juga: Perpanjang Lagi PSBB, Anies: 50 Persen Karyawan Kantor Tetap WFH
Tiga bulan tanpa penghasilan terasa berat bagi Samad, terlebih saat ini putrinya duduk dibangku kuliah. Selain itu, modal awal untuk membuka warung yang ia pinjam dari Bank juga belum lunas.
Menurut penututran Warti dan Samad, saat ini sudah mulai ada pengunjung. Meski begitu, tidak banyak orang yang membeli dagangan mereka. Menyambut kenormalan baru, Warti sudah memasang tempat cuci tangan di depan kedainya. Ia juga bersiap berdagang dengan bentuk kenormalan baru.
Warga dan pengelola usaha di sekitar juga bergotong royong secara swadaya untuk melakukan penyemprotan desinfektan secara rutin setiap dua minggu sekali.
Tidak jauh berbeda dengan Warti, Wahyo yang merupakan penjaga parkir di Pantai Parangtritis mengaku saat ini kondisi keuangannya berada dalam fade kritis. Ia yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir dan kusir bendi tidak menerima penghasilan selama tiga bulan.
"Ngurus kuda itu ya susah, setidaknya dalam sehari itu keluar uang Rp 35 ribu," kata Wahyo.
Serupa seperti Warti, Wahyo juga mulai bekerja di pantai kembali sejak awal Juni. Ia menyebutkan, beberapa kendaraan dengan plat luar daerah biasanya hanya melintas sambil melihat, tanpa berkunjung ke kawasan pantai.
Berita Terkait
-
Dilantik Disdik, 22 Kepsek dan Pengawas SMA/SMK Jombang Rapid Test Corona
-
Tanggap Wabah COVID-19, 250 Pedagang Pasar di Yogyakarta Ikuti RDT
-
Anggaran Penanganan Covid-19 Rp 87,55 Triliun Disebut Terlalu Kecil
-
Masih Ada Zona Merah Jadi Alasan Anies Perpanjang PSBB, Ini Arti Zona Merah
-
India Pakai Obat Herbal untuk Atasi Virus Corona Covid-19, Ini Kata Ahli!
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Menyesap Selang Demi Setetes Air, Potret Ketangguhan Warga Bantul Bertahan Saat Kemarau
-
Pasien Asuransi Pemerintah Masih Menunggu, Industri Sebut Administrasi Jangan Kalahkan Kemanusiaan
-
UMY Kembangkan 5 AI Pendeteksi Penyakit, Bantu Diagnosis Kanker hingga Tumor Otak Lebih Cepat
-
Unisa Yogyakarta Perkuat Riset Lewat Laboratorium Animal House, Dukung Pengembangan Kandidat Obat
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal