SuaraJogja.id - Sebuah foto yang diunggah mantan anggota DPR Budiman Sudjatmiko pada Sabtu (13/6/2020) memancing warganet untuk bermain tebak-tebakan. Foto itu memperlihatkan suasana kawasan Tugu Pal Putih alias Tugu Jogja pada zaman dahulu kala.
Tak banyak terlihat kendaraan bermotor di foto itu. Bangunan pertokoan pun juga tak ada. Hanya para pesepeda dan mobil lawas yang terlihat melintas di jalanan sepi pada foto itu.
Berbeda dari kondisi saat ini, jalanan simpang empat yang mengapit Tugu Jogja di foto lawas itu terlihat memiliki jarak yang cukup berdekatan. Kontrasnya kondisi kawasan Tugu di masa lalu dengan saat ini pun sampai membuat Budiman Sudjatmiko pangling meskipun ia diketahui pernah tinggal di Jogja dalam waktu lama.
Politikus yang sempat menjadi mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mengaku tak bisa mengenali kawasan Tugu Jogja di masa lalu. Ia juga tak bisa mencocokkan persamaan dari masa lalu dan masa kini di keempat jalan yang mengitari Tugu Jogja -- Jalan Mangkubumi, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan AM Sangaji, dan Jalan Dipenogoro.
"Sebagai orang yang lama tinggal di Yogya, saya pun tak bisa menebak mana jalan yang nantinya akan disebut Jl AM Sangaji & Jl Diponegoro. Juga mana yang akan ke arah Malioboro," tulis @budimandjatmiko di Twitter, menyertai foto yang tak diketahui pasti waktu pengambilannya itu.
Menanggapi foto lawas Tugu Jogja yang diunggah Budiman Sudjatmiko, warganet pun bermain tebak-tebakan. Dengan petunjuk seadanya yang tertangkap indera, mereka menjelaskan jalan mana saja yang mereka kenal.
"Kalau menurut pendapat saya, ini akurasinya 78% dari arah jembatan Gondolayu menuju Pingit karena di ujung gambar tidak nampak Gunung Merapi ataupun atap alun-alun. Menurut saya sih itu, entah kalau menurut KRMT Roy Suryo berapa persen," komentar @segopecels.
"Asumsi saya ini foto diambil dari yang sekarang jadi jalan AM sangaji. Alasannya: 1. tidak ada gunung. Berarti foto itu tidak diambil menghadap utara (kalau diambil hadap utara ada Gunung Merapi). 2. Bayangan yang jatuh pada mobil arahnya kiri. Berarti timur & barat ada di kanan dan kiri," jelas @indraboyo.
"Mungkin ndak Pak Bud kalau yang arah depan banyak pohon itu yang menuju Kraton karena kemungkinan untuk membuat jalan tambah rindang dan memasuki kawasan tertentu? Hanya sekadar tebak-tebakan. Atau mungkin perlu clue lain ya Pak," ungkap @riyanology.
Baca Juga: Keren, Begini Penampakan Tugu Jogja Tanpa Kabel dan Papan Reklame
Berita Terkait
-
Jadi Ikon Kota Jogja, Begini Sejarah Asal Muasal Tugu Pal Putih
-
Dituding Terlibat Penjarahan Reformasi 1998, Budiman Sudjatmiko Ketawa
-
Jadi Sepi, Begini Kontrasnya 4 Foto Jogja Sebelum dan Selama Pandemi Corona
-
Sophia Latjuba Unggah Foto 30 Tahun Silam, Warganet: Cantiknya Abadi!
-
Ibunda Jokowi Wafat, Susi Pudjiastuti: Semoga Almarhumah Husnul Khotimah
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Donny Warmerdam Dipastikan Masuk DSP PSIM Yogyakarta saat Hadapi Bali United
-
Warga Jogja War Penukaran Uang Baru, Rela Antre Online demi THR Lebaran
-
Diskresi atau Pidana? Saksi Ahli Buka Fakta Baru di Kasus Hibah Pariwisata Sleman
-
Waspada Link Undangan Palsu, APK Berbahaya Curi OTP dan Data
-
Singgung Prabowo Trah Sultan HB II, Tuntut Pengembalian Aset Jarahan Geger Sepehi 1812 dari Inggris