SuaraJogja.id - Bupati Kabupaten Bantul, Suharsono mengapresiasi komunitas Jogja Tetulung. Berkat gerakan yang dilakukan melaui media sosial tersebut, komunitas Jogja Tetulung berhasil membantu penjualan cabe merah hasil panen warga Kretek yang harganya sempat anjlok.
Suharsono menyampaikan, gerakan yang dilakukan oleh Jogja Tetulung tersebut sesuai dengan slogannya, 'Makaryo Bangun Deso' yang bertujuan untuk membantu masyarakat desa mencapai kesejahteraan.
"Dari pemerintah dan Jogja Tetulung harus bekerjasama untuk mengatasi permasalahan harga cabe yang turun," kata Suharsono di ruang kerjanya Senin (15/6/2020).
Sebelumnya dikabarkan, harga Cabai di Kabupaten Bantul sempat anjlok. Dari harga sebelumnya, Rp 25.000/kg, saat ini harga cabai hanya berkisar Rp 4.000 hingga Rp 5.000 ditingkat petani. Kondisi tersebut sangat merugikan petani.
Terinspirasi dari Petani Wonogiri yang menjual hasil panennya secara langsung dengan memotong jalan distribusi konvensional, komunitas Jogja Tetulung mencoba membantu petani cabai untuk menjual langsung ke masyarakat melalui media sosial.
Komunitas ini sendiri sudah bergerak sejak pertengahan Maret lalu untuk membantu masyarakat khususnya dibidang ekonomi yang terdampak covid-19.
Koordinator Jogja Tetulung, Dwi Kuswantoro menyampaikan, pihaknya berusaha membantu masyarakat yang terdampak covid-19.
Menurutnya, selama ini masyarakat luas kurang dilibatkan dalam menghadapi persoalan ekonomi, utamanya saat terjadi harga anjlok di pasaran.
"Dengan kekuatan media sosial, publik bisa diajak untuk membantu," ujarnya.
Baca Juga: Dibuka Lagi Hari Ini, Begini Situasi Pengunjung Mal Kokas Sore Ini
Partisipasi publik menjadi faktor utama yang membantu pergerakan Jogja Tetulung. Dengan adanya antusias yang diberikan masyarakat, barang yang dijual bisa laku dengan harga yang lebih sesuai. Dengan bantuan teknologi, mereka dapat memotong rantai distribusi konvensional yang tak jarang merugikan petani.
Keuntungan yang didapatkan dari adanya gerakan tersebut adalah adanya ekonomi terjangkau dan transaksi dari petani yang menawarkan dagangannya langsung kepada konsumen. Ia menilai, jika dibangun sistem yang baik, gerakan ini juga dapat meringankan beban kerja Pemda. Selain itu, Dwi menyebutkan pengembangan sistem ini membutuhkan bantuan generasi muda.
Dari hasil diskusi yang diikuti Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Kominfo, Pemkab bantul berencana akan membuat aplikasi untuk merealisasikan gerakan Jogja Tulung sebagai solusi bagi petani untuk menjual hasil panennya. Ketiga badan tersebut mengaku akan bekerjasama, mengingat gerakan tersebut merupakan sebuah terobosan baru.
Namun, perkembangan gerakan yang memotong jalur distribusi konvensional tersebut juga akan diperhatikan agar tidak merugikan pasar tradisional. Diharapkan, pasar tradisional tetap dapat beroperasi baik secara offline maupun online.
Berita Terkait
-
Iba Dengar Curhatan Pedagang, Bupati Bantul Minta Parangtritis Dibuka Lagi
-
9 Tenaga Medis Covid-19 Tinggal Sementara di Rumah Dinas Bupati Bantul
-
Tak Promosikan Online Market, Ini Langkah Bupati Bantul Hadapi COVID-19
-
Sempat Jenguk Kajari, Agus Pastikan Bupati Bantul dan Kolega Sehat
-
Beli Ayam Goreng Minta Cabe Gopek, Netizen: Bau-bau Bocah Mau Bikin Konten
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga
-
Cherrypop 2026 Siap Guncang Prambanan, Puluhan Musisi Lintas Generasi Meriahkan Repelita Musik
-
42 Kasus Kebakaran Tercatat hingga Juli 2026 di Kota Jogja, Warga Diminta Tak Bakar Sampah
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
Belum Genap Tiga Tahun, Puluhan Becak Listrik Danais Rusak, Dishub Sebut Baru Proyek Percontohan