Pengusaha muda Resa Fajar Anggara menunjukkan tahu walik miliknya di Jalan Kaliurang KM 13, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Kamis (18/6/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Resa berharap, apa yang dia lakukan bisa bermanfaat dan menginspirasi banyak orang. Ia berpesan kepada setiap orang yang terpuruk karena adanya pandemi Covid-19, jangan kemudian menyerah dalam kehidupan.
"Bagi orang yang mendapat musibah karena pandemi ini, harus bangkit dan berani mengambil langkah serta risiko. Satu hal yang juga penting, jangan menyerah dalam berusaha," terang Resa.
Berita Terkait
-
Renyahnya Bikin Ketagihan, Begini Cara Membuat Tahu Walik Khas Banyuwangi
-
Serupa tapi Tak Sama, Ini Bedanya Tahu Guling, Tahu Kupat, dan Kupat Tahu
-
Ramai Polemik Ayam Geprek Bensu, Alitt: Wis to, Bu Rum Jogja Is the Best
-
Intip Potret Maharani, Pengusaha yang Bagikan Sembako Isi Uang
-
Awalnya Jualan Bakmi, Pizza Rendang hingga Smoked Beef Jifana Laris Manis
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Soal Rehabilitasi Lahan Pascabencana di Sumatra, Kemenhut Butuh Waktu Lebih dari 5 Tahun
-
Rotasi Sejumlah Pejabat Utama di Polda DIY, Ini Daftarnya
-
Sampah Organik Milik Warga Kota Jogja Kini Diambil Petugas DLH, Simak Jadwalnya
-
DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
-
Dana Desa 2026 Terancam Dipangkas, Pengembangan Koperasi Merah Putih di Bantul Terkatung-katung