SuaraJogja.id - Warga padukuhan pagergunung Desa sitimulyo Kecamatan Piyungan Bantul semalam geger. Dua anak bernama Najwa (12) dan Marissa (5) dikabarkan hilang saat bermain di seputaran Pondok Pesantren Lintang Songo.
Warga setempat, Laili manyampaikan kronologis ihwal hilangnya dua bocah tersebut. Ia menceritakan, pada Selasa (23/6/2020) siang Janet mendatangi Najwa yang merupakan salah seorang santri di Pondok pesantren tersebut. Keduanya lantas bermain di seputaran pondok pesantren itu.
"Mereka memang sering bermain bersama layaknya anak-anak yang lain,"tuturnya, Rabu (24/6/2020) dini hari kepada awak media.
Pihak keluarga pondok ataupun keluarga dari bocah tersebut tidak curiga karena keduanya memang sering bermain bersama. Namun menjelang waktu maghrib kedua belah pihak mulai khawatir lantaran kedua bocah tersebut belum juga pulang ke rumah ataupun ke pondok.
Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, pihak pondok bersama dengan warga sekitar segera berinisiatif mencari kedua bocah tersebut. Warga semakin khawatir saat mainan kedua bocah tersebut ditemukan di bawah pohon duwet atau jamblang tak jauh dari pondok pesantren.
Hampir tengah malam kedua bocah tersebut belum juga ditemukan, bahkan sebagian warga yang mencari juga mencoba menyusuri sungai Opak yang memang berada tak jauh dari perkampungan. Namun hasilnya nihil, kedua bocah tersebut tidak ditemukan.
Hilangnya kedua bocah ini memunculkan desas-desus keduanya hilang dibawa oleh makhluk halus. Pasalnya, mainan mereka ditemukan di bawah pohon duwet yang selama ini dikenal sebagai salah satu pohon yang sering dianggap sebagai pohon angker.
"Apalagi kemarin kan hilangnya pas hari Selasa Kliwon jadi masyarakat sini mengkait-kaitkannya,"papar Laili.
Sebagian warga bahkan ada yang mendatangkan orang pintar untuk membantu mencari keberadaan kedua bocah tersebut. Sementara, pihak pondok pesantren juga melakukan upaya pencarian dengan mengarahkan santri dan pengurus.
Baca Juga: Waduh! 19 PNS Pemprov Jatim Positif Corona, 218 Lainnya Reaktif
Selepas tengah malam, tepatnya pukul 00.05 WIB, upaya pencarian membuahkan hasil. Kedua bocah tersebut ditemukan di belakang kamar mandi yang berhimpitan dengan dapur umum yang sering digunakan para santri untuk memasak.
"Kedua bocah tadi tertidur di situ,"ungkapnya.
Salah satu warga yang turut melakukan pencarian, Taufiq mengaku heran kedua bocah tersebut ditemukan di tempat yang tidak terduga.
Padahal sejak sore warga sekitar sudah berkali-kali mendatangi tempat tersebut bahkan berputar-putar di lokasi tersebut, namun tak ada satupun yang melihat keduanya.
"Kok baru tengah malam ditemukan di situ. Padahal saya itu juga kesitu lho, ndak ada tadinya," ungkapnya heran.
Lebih mengherankan lagi, kedua bocah tersebut mengaku mendengar teriakan dari para warga yang memanggil mereka dan keduanya-pun menyahut. Namun, tak ada satupun warga yang mendengar suara bocah tersebut.
Berita Terkait
-
Empat Hari Hilang, Korban Diduga Hanyut di Kali Opak Belum Ditemukan
-
Hilang Saat Mandi di Kali Opak, Mbah Pairin Masih Belum Ditemukan
-
Satu Mahasiswa Tenggelam di Parangtritis yang Sempat Hilang Ditemukan
-
Motor Nyangkut di Pohon Bambu, Warganet: Katanya Bonceng Makhluk Halus
-
Lewat Jalan Sepi, Pemotor Terus-Terusan Diganggu Makhluk Halus
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat