SuaraJogja.id - Memiliki nama 'Nyleneh' terkadang jadi Buah Simalakama bagi seseorang. Tak jarang, karena nama yang 'unik' bisa jadi bahan ejekan, tapi bisa pula jadi berkah tersendiri.
Seperti pemilik nama Dita Leni Ravia (17) gadis asal Padukuhan Widoro Kalurahan Kanigoro Kepanewonan Saptosari Gunungkidul. Dia mengaku bersyukur atas nama yang unik pemberian orang tuanya tersebut. Karena membuat lebih dikenal oleh orang lain.
Pelajar kelas 12 SMKN 1 Saptosari tersebut mendadak terkenal. Pasalnya, nama pemberian kedua orang tuanya tersebut cukup unik.
Ketika nama tersebut disambung, Ditaleni Rafia dalam Bahasa Jawa memiliki arti Diikat (Tali) Rafia. Tentu saja pemberian nama tersebut terkesan sembrono atau asal-asalan.
Ketika ditemui di rumahnya, Dita tengah membuat lotek. Selama mengikuti kegiatan Belajar di Rumah (BDR), ia berjualan lotek dan pisang cokelat. Selain itu, ia juga membantu orangtuanya berjualan barang-barang kelontong.
Dita sendiri mengaku tidak malu menggunakan nama tersebut, meskipun terkadang menjadi bahan ejekan. Ia justru bangga dengan namanya sendiri, dan tak pernah trpikir untuk berganti nama.
Selama bersekolah baik di SD Gedang Kluthuk, SMP 3 Saptosari ataupun juga SMK N 1 Saptosari, ia tak pernah dirundung.
Bahkan ketika ia mengambil jurusan Otomotif yang ia tekuni kini, ia justru dilindungi oleh teman-temannya yang kebanyakan laki-laki. Uniknya, ia jadi satu-satunya siswi perempuan di kelasnya.
"Banyak pengalaman sih. Pas lomba baca puisi bahasa Jawa di Wonosari sempat ditertawain sama jurinya. Kala itu, saya sempat ditanya apa benar nama saya? Saya jawab iya," ujarnya.
Baca Juga: Bikin Geram, Viral Video Driver Ojol Ditendang Hingga Jatuh
Kini, berkat namanya yang unik dan sempat viral di Lambe Turah, pengikut di Instagramnya bertambah hingga 4 ribu hanya dalam 2 hari. Pengikutnya tersebut juga cukup aktif.
Pemberian nama unik tersebut bukan tanpa alasan, kedua orang tuanya, yakni Umy (39) dan Suro (47) memang sudah bersepakat dalam memberi nama anak mereka. Menurut Sang Ibu, pemberian nama unik tersebut mengandung alasan dan doa dibaliknya, nama Dita Leni Ravia bertujuan agar bisa memberi kebahagaan pada semua orang.
"Saya itu senang kalau ada orang yang dengar nama anak saya bisa tersenyum. Itu mungkin bagian dari ibadah kami,"ujar Umy, Selasa (7/7/2020) di rumahnya di Padukuhan Widoro RT 004/RW 007 Kalurahan Kanigoro Kepanewonan Saptosari.
Umy mengaku sebelum anaknya lahir, ia memiliki keinginan bila anaknya perempuan maka akan diberi nama Dita. Tak ada yang spesial dengan nama Dita, hanya saja ibu rumah tangga ini penggemar nama Dita.
Ketika anaknya itu benar-benar lahir perempuan, Umy lantas memberinya nama Dita. Namun ternyata nama Dita terkesan cukup pendek dan tidak memiliki makna yang mendalam.
Lantas, tak lama setelahnya sang ayah memiliki ide tersendiri, yaitu ingin anaknya diberi nama Ditaleni (Diikat). Sehingga biar lengkap dan unik maka lantas muncul ide dengan tambahan Ravia (Tali dari plastik warna-warni), dan akhirnya keduanya sepakat untuk memberi anak sulung mereka Dita Leni Ravia.
Berita Terkait
-
Namanya Unik seperti Dita Leni Ravia, Pria Ini Disuruh Ubah Setelah Menikah
-
Namanya Viral, Followers Dita Leni Rafia Melonjak 4 Ribu Orang dalam 2 Hari
-
Viral Spanduk Kelebihan Bubur Diaduk & Tidak Diaduk, Kamu Tim Mana?
-
Viral Monyet Senyum saat Diberik Jeruk, Bikin Warganet Meleleh
-
Viral, Penyanyi Beyonce Dituding Sebagai Jamaah Pemuja Setan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyesap Selang Demi Setetes Air, Potret Ketangguhan Warga Bantul Bertahan Saat Kemarau
-
Pasien Asuransi Pemerintah Masih Menunggu, Industri Sebut Administrasi Jangan Kalahkan Kemanusiaan
-
UMY Kembangkan 5 AI Pendeteksi Penyakit, Bantu Diagnosis Kanker hingga Tumor Otak Lebih Cepat
-
Unisa Yogyakarta Perkuat Riset Lewat Laboratorium Animal House, Dukung Pengembangan Kandidat Obat
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal