SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menggelar rapid test massal untuk pedagang dan pekerja di lingkungan pasar tradisional. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tujuh hari berturut-turut ke 44 pasar di berbagi daerah dengan jumlah cakupan mencapai 8.582 orang.
Rapid test massal menyasar pedagang, keamanan, dan masyarakat berbagai elemen yang rutin beraktivitas di pasar. Salah satunya adalah petugas parkir Pasar Angkruksari, Iwan. Ia juga ikut menjalani RDT. Iwan mengaku menerima pemberitahuan satu hari sebelumnya bahwa akan dilaksanakan pengecekan antibodi tubuh secara massal tersebut.
Meski sempat merasa khawatir dan takut, tetapi Iwan mengaku penasaran dengan salah satu tes yang belakangan ini santer disebut di berbagai media seiring dengan perkembangan Covid-19. Rasa penasaran tersebut justru mengalahkan kekhawatiran Iwan dan membuatnya bersemangat mengikuti kegiatan yang diselenggarakan secara gratis tersebut.
"Ya khawatir itu ada sedikit, tapi justru malah sekalian periksa saja untuk tahu kondisi diri. Mumpung gratis juga," ujar Iwan, Selasa (7/7/2020).
Untuk mengikuti kegiatan tersebut, Iwan diminta membawa identitas diri dan menunjukkan kepada petugas. Ia bercerita, ada banyak petugas dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap yang hadir dalam kegiatan tersebut. Bersama dengan ratusan anggota Pasar Angkruksari lainnya, Iwan mengikuti antrean yang dipisah dalam empat baris.
Secara beruntun, satu per satu peserta mendatangi petugas untuk diambil darahnya. Rasa takut Iwan sendiri terpatahkan setelah menjalani tes berupa pengambilan darah di tangannya. Ia justru mengaku senang karena dapat merasakan tes RDT sekaligus mengetahui kondisi tubuhnya.
Bekerja sebagai seorang juru parkir, Iwan harus bertemu dengan banyak orang dan bersentuhan dengan berbagai jenis kendaraan. Rasa khawatir terpapar Covid-19 pun menggelayuti hatinya. Namun, desakan ekonomi dan tekanan kebutuhan hidup memaksanya harus tetap menjalani rutinitasnya yang lekat dengan mobilitas masyarakat.
"Hampir tiap hari ada Satpol PP yang mengoprak-oprak [mendesak] untuk menggunakan masker dan cuci tangan, pokoknya terkait corona itulah," imbuhnya.
Iwan mengungkapkan, sehari-hari pasar tempatnya bekerja kerap disambangi Satpol PP yang mengingatkan masyarakat untuk menaati protokol kesehatan. Sebelum kegiatan ini, Iwan menjelaskan, ia sendiri tidak mengetahui apa itu rapid test dan seperti apa pelaksanaannya.
Baca Juga: Rapid Test Sudah, Skuat Timnas Indonesia U-16 akan Jalani Swab Test Besok
Berita Terkait
-
Pasar di Kemayoran Sepi, Pedagang Tutup Kios Takut Disuruh Tes Covid-19
-
Hasil Rapid Test Non-Reaktif, Christo Cs Kembali Jalani Pelatnas Besok
-
Rapid Test Mahal Bikin Orang Malas Bepergian Pakai Pesawat
-
Bayar Rp 290 Ribu, Calon Penumpang di Adi Soemarmo Bisa Ikut Rapid Test
-
Jelang Pilkada Sleman, 678 Penyelenggara Pemilu akan Jalani Rapid Test
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
Murah, Mudah Didapat, Sulit Ditinggalkan, Kisah Kelam Mantan Pengguna Obat Keras di Jogja
-
Setoran Pajak Meroket, Kinerja BRI Kian Solid Berkat Sentuhan Danantara
-
Tanggulangi Kekeringan di Musim Kemarau, Kodim 0730/Gunungkidul Bangun 18 Titik Sumur Bor
-
Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Sekolah, Pengamat Ingatkan Guru Jangan Menghakimi Siswa