SuaraJogja.id - Kaus warna abu-abu yang dikenakannya terlihat mulai basah. Sesaat ia kemudian menyandarkan sepeda fixed dan tas warna hitam di sebatang pohon. Sambil menyeka keringat di dahinya, Ardi Iswansyah (33) bercerita baru saja mengirim barang di daerah Tajem, Sleman.
Hari itu, belum sampai tengah hari, ia melalui jasa kurir sepedanya sudah mengantarkan sebanyak tiga order paket barang ke pelanggannya yang tersebar di kawasan Sleman.
Ardi sapaan akrabnya bisa dibilang merupakan pelopor jasa kurir sepeda di Yogyakarta yang meniti sejak 2013 silam. Ia mengaku alasannya untuk membangun usaha jasa kurir sepeda sebetulnya untuk memenuhi kebutuhan dan hobinya bersepeda.
"Saya sendiri membangun usaha ini tahun 2013, awalnya untuk memenuhi kebutuhan bersepeda. Ternyata, sambutan masyarakat Jogja lumayan baik. Kita salah satu kurir yang paling awal berdiri," ujarnya kepada SuaraJogja.id beberapa waktu lalu.
Pemilik jasa kurir sepeda Fixed Courrier ini mengatakan adanya ledakan ojol pada tahun 2013 di Jogja memang sangat mempengaruhi arah dunia kurir sepeda saat itu. Meski begitu, belakangan justru jasa kurir sepeda malah makin berkembang.
Hal ini ditandai dengan munculnya sejumlah start up yang bergerak di bidang jasa kurir sepeda di Jogja.
"Sekarang ini entah gimana malah berkembang lho jasa kurir sepeda itu. Kalau dulu itu cuma ada punyaku sekarang itu mulai bermunculan jasa kurir lainnya di Jogja ada sekitar 5 atau 6 lah sekarang kalau dijumlahkan," terangnya.
Ia menyebut untuk bisa bertahan dengan situasi saat ini di tengah pandemi dan banyaknya layanan serupa yang diberikan ojol, ada trik yang dipakai. Salah satunya yakni memanfaatkan gadged dan media sosial.
"Kalo mengandalkan kecepatan, jelas kita kalah dengan ojol. Apalagi, sekarang lumayan banyak warga Jogja yang mulai lupa dengan kurir sepeda. Jadi, kami sebarkan keberadaan kami lewat medsos, apalagi pangsa pasar kami banyak di antaranya anak muda," jelasnya.
Baca Juga: Mencoba Kabur dari Polisi, Spesialis Jambret di Jogja Dihadiahi Timah Panas
Ardi mengatakan, kurir sepeda bukanlah pesaing ojol. Melainkan, alternatif jasa pengiriman yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
Menyasar kerja sama bareng UMKM lokal, kurir sepeda dan UMKM lokal bisa saling bersinergi guna membentuk hubungan yang saling menguntungkan.
"Jadi, bareng UMKM kita bisa promosikan produk mereka melalui sosmed kami, mereka juga bisa mempromosikan layanan kami melalui media mereka. Jadi saling menguntungkan," kata Ardi.
Dengan alasan inilah ia tak mau mengambil keuntungan berlebih saat mengambil orderan dari UMKM lokal. Ia hanya mematok tarif Rp10 ribu per flat, tanpa ada batasan jarak.
"Biaya per flat dalam ringroad Rp10 ribu, di luar ringroad nambah Rp5 ribu. Kami gak mau memberatkan pelanggan," ujarnya lagi.
Hasil kurir bisa untuk service sepeda
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul
-
Chapter Jogja 2026 Perkuat Sirkulasi Ekosistem Seni Rupa Kontemporer Yogyakarta
-
Hakim Sebut Tak Terbukti Berperan Aktif, Raudi Akmal Kini Jadi Tersangka Dana Hibah pariwisata
-
Data Pusat Tak Akurat, DPRD Jogja Desak Aturan Lokal agar Bantuan Pendidikan Tepat Sasaran
-
MJM 2026: Bank Mandiri Hadirkan Mandiri Bakti Kesehatan, Dukung UMKM dan Warisan Budaya Yogyakarta