SuaraJogja.id - Prestasi membanggakan ditorehkan prajurit TNI Angkatan Darat, Kolonel Agustinus Purboyo (50). Ia menjadi Perwira TNI pertama yang berhasil menyelesaikan program Postgraduate Certificate in Security and Strategy for Global Leaders di King’s College London (KCL) bersamaan dengan pendidikan RCDS yang ditempuhnya.
Atase Pertahanan KBRI London, Kolonel Czi Ranon Sugiman menjelaskan bahwa Royal College of Defence Studies (RCDS) merupakan pendidikan setara dengan Lemhannas di Indonesia.
"Pendidikan ini diikuti siswa dari beragam institusi militer dan non-militer mancanegara yang mewakili lebih dari 50 negara di dunia diantaranya dari Amerika Serikat, Italia, Norwegia, Selandia Baru dan dari negara Timur Tengah seperti Libanon, Qatar,Uni Emirat Arab dan Kuwait sementara dari kawasan Asia ada dari Malaysia, Pakistan dan Banglades," jelasnya, kemarin.
Menurut Kolonel Czi Ranon Sugiman, sejak mengirimkan pertama kali 1984, Indonesia memiliki 24 orang lulusan RCDS, di antaranya Jenderal TNI Endriartono Sutarto yang pernah menjabat Panglima TNI, Mayjen TNI (Purn) Daniel Ambat yang sempat menjadi Pangdivif-1 Kostrad hingga Mayjen TNI Jani Iswanto, Aslog Kasad, serta Mayjen TNI Isdarmawan Ganemoeljo, Kapus Bekang TNI AD.
Kolonel Agustinus Purboyo kepada Antara London, mengungkapkan keberhasilannya diharapkan bisa memotivasi dan bisa menjadi inspirasi bagi peserta dari Indonesia lainnya di masa datang.
Apalagi lulusan dari RCDS memiliki jaringan yang sangat luas yang berasal dari berbagai negara, ujar Kolonel Agustinus Purboyo yang mengaku bukan berasal dari kalangan atas.
"Ayah saya penjual bakso dan saya pun ikut membantu jualan agar bisa ikut kursus bahasa Inggris," ujar Agustinus yang sejak remaja bercita-cita bisa sekolah di Inggris.
Pria kelahiran 5 Agustus 1970 mengaku merasa bangga bisa menyelesaikan pendidikannya di Inggris di tengah-tengah pandemi COVID-19.
Namun demikian Ia merasakan satu tantangan tersendiri di era digital mau tidak mau kuliah dilakukan secara online, apalagi untuk masuk RCDS tidak mudah.
Baca Juga: Lanjutan Teror Guru Besar UII, Polda DIY Periksa Dosen UGM dan 4 Saksi
Proses pengiriman personel mengikuti pendidikan ini sangat ketat. Selain harus mengikuti sejumlah rangkaian tes, calon siswa juga harus punya rekam jejak penugasan yang baik karena diproyeksikan menjadi pimpinan di institusinya masing-masing.
Setiap tahunnya Indonesia mengirim seorang perwira TNI mengikuti pendidikan diwakilkan matra (AD/AL/AU) secara bergantian.
Tahun ini Indonesia mengirimkan siswa perwira TNI AD, Kolonel Kav Agustinus Purboyo, yang sebelumnya menjabat Danrem 052/Wijayakrama Jakarta.
Untuk bisa lulus program ini, siswa RCDS juga harus mengikuti seleksi yang sangat ketat dan secara konsisten mampu menunjukkan prestasi terbaiknya. Wajar jika hanya sebagian kecil siswa RCDS yang bisa mendapatkannya, ujar Kolonel Czi Ranon Sugiman.
Selama setahun tinggal di London, Kolonel Agustinus mengikuti 27 modul pendidikan ditempuh dalam empat Term berbeda yaitu Term pertama untuk materi Future Strategic Context, Term kedua terkait materi Strategy & Strategy Making, Term ketiga tentang materi Global Understanding & Strategic Issues, dan Term empat membahas materi yang terkait Culmination.
Selain keempat term, peserta juga diberikan sesi tambahan tentang Leadership Strategic Environment (LSE) membahas tentang lessons learned dari pengalaman yang ada.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi