SuaraJogja.id - Berkerumunnya masyarakat saat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM) cukup berpotensi terjadinya penularan Covid-19 di Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM. Menanggapi hal itu, Satlantas Polresta Yogayakarta meluncurkan program SIM Malam Minggu (Simami) yang beroperasi di Teteg Malioboro.
Kanit Regident Satlantas Polresta Yogyakarta AKP Wartono menuturkan bahwa program Simami sudah ada sejak 2018. Memasuki 2020 dan adanya wabah Covid-19, hampir tiga bulan program tersebut vakum.
"Sudah ada sejak 2018 dan kami tingkatkan terus. Namun saat adanya wabah Covid-19 sejak Maret lalu, program ini kami hentikan dahulu karena kebijakan dari pemerintah terkait pelayanan di luar kantor," jelas Wartono, dihubungi wartawan, Minggu (19/7/2020).
Wartono menjelaskan, Simami merupakan program untuk membantu masyarakat yang akan memperpanjang SIM A maupun SIM C.
"Jadi saat pagi atau siang hari warga tidak sempat datang ke satpas terdekat untuk memperpanjang SIM, kami menyediakan waktu malam hari untuk mengurus perpanjangan SIM sambil menikmati Malioboro. Di samping itu, program ini juga sebagai alternatif mengurangi potensi kerumunan pemohon di kantor Satpas," jelasnya.
Simami, yang beroperasi di Teteg Malioboro, dikhususkan bagi pemohon yang akan memperpanjang SIM. Jika membuat SIM baru, Wartono menyebut, itu belum bisa dilakukan, dan pemohon akan diarahkan ke kantor Satpas terdekat.
"Jadi hanya untuk pemohon yang akan memperpanjang SIM saja. Sehari bisa langsung jadi ketika syarat terpenuhi, seperti surat keterangan sehat [jasmani dan rohani] lulus, membawa SIM lama. Setelah itu mereka melakukan sidik jari dan foto serta membayar biaya yang ditetapkan. Tak perlu waktu lama, SIM segera dicetak dan langsung jadi," kata dia.
Biaya sendiri, kata Wartono, sebesar Rp75 ribu untuk perpanjangan SIM C, sementara perpanjangan SIM A sebesar Rp80 ribu.
Disinggung apakah Simami khusus untuk masyarakat Yogyakarta, Wartono menyebut bahwa warga dari luar daerah juga bisa memperpanjang SIM-nya, tentu dengan syarat dan data yang telah terverifikasi di seluruh satpas.
Baca Juga: Best 5 Oto: Logo Baru Nissan, Kemahiran Ojol Bawa Barang Bulky
"SIM ini kan sudah online, sehingga orang dari luar Yogyakarta bisa memperpanjang di sini, tapi tetap kami lihat dahulu apakah data mereka tercantum di Satpas yang ada. Jika tidak ada, pemohon bisa meminta surat keterangan dari Satpas di daerah asal untuk dikirimkan bukti bahwa SIM-nya terdaftar dari wilayah dia membuat pertama kali. Kami memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengurus SIM tanpa harus kembali, apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini," jelasnya.
Simami sendiri beroperasi setiap Sabtu malam mulai pukul 18.30-22.00 WIB. Wartono menambahkan, selama pandemi pihaknya juga membatasi pelayanan.
"Setiap Minggu sekitar 50 orang yang kami layani. Kami juga menekankan protokol keamanan. Pemohon dan petugas wajib mengenakan masker, ada juga pengecekan suhu tubuh. Selain itu, kami sediakan wastafel dan hand sanitizer. Tidak lupa saat mengantre kami berikan jarak 1 meter tempat duduk untuk pemohon dengan pemohon lainnya," jelas Wartono.
Berita Terkait
-
Best 5 Oto: Logo Baru Nissan, Kemahiran Ojol Bawa Barang Bulky
-
Bisa Permohonan Online, Begini Cara Buat SIM Internasional
-
Mengapa Perempuan Arab Saudi Bebas Mengemudi Tapi Aktivis Masih Dipenjara?
-
5 Tempat yang Cocok untuk Kamu Jadikan Destinasi Wisata
-
Disita KPK, Aset Terpidana Djoko Susilo Mau Dijadikan Kantor BPN DKI
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Sambut Mudik Lebaran 2026, BRI Siapkan Posko BRImo di Tol JakartaJawa
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Antrean KA Bandara di Stasiun Jogja Membludak, Angkut 637 Ribu Pemudik
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Logika Uang Pengganti Dipersoalkan Ahli, Sri Purnomo Disebut Tak Menikmati Dana Hibah