"Terkait dengan sapi, kami menyarankan sapi dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) untuk sapi jantan. Sedangkan sapi betina ditambahkan status reproduksi yang menyatakan bahwa betina tersebut sudah tidak produktif dan boleh dipotong," ucapnya.
Sementara itu salah satu juru sembelih di RPH Pengasih, Kulon Progo, Mulyadi Pranowo, mengatakan bahwa untuk persiapan pihaknya sudah berkoordinasi lebih intensif dengan dinas terkait dam intern RPH sendiri. Pihaknya tidak memungkiri bahwa terdapat beberapa alat yang perlu perbaikan bahkan pengadaan kembali.
"Ada beberapa alat yang perlu diperbaiki, tapi meskipun dengan keterbatasan dana yang ada kami tetap akan berusaha menyiapkan semaksimal mungkin agar pemotongan dapat berjalan lancar," kata Mulyadi.
Alat penyembelihan berupa pisau khusus yang sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu juga masih cukup baik dan siap untuk digunakan kembali. Selain itu peralatan untuk ante mortem dan post mortem, mulai dari sarung tangan dan Alat Pelindung Diri (APD) sudah tersedia walaupun memang cukup terbatas.
Baca Juga: Persija Bermarkas di Bantul, Riko Simanjuntak Tetap Semangat
Mulyadi menuturkan pihaknya sudah menyiapkan dua armada mobil yakni mobil box dan pickup untuk mengambil sapi dari masyarakat dan dibawa ke RPH. Sekaligus juga untuk mendistribusikan kembali setelah dilakukan pemotongan.
"Pokoknya tetap berusaha melayani masyarakat dengan baik," tegasnya.
Mulyadi mengaku cukup mendukung gerakan pemerintah yang mengajurkan masyarakat untuk memilih melakukan pemotongan hewan kurban di RPH khsusunya di tengah kondisi pandemi Covid-19. Menurutnya kebersihan di tempat pemotongan menjadi salah satu faktor masyarakat tertarik untuk melakukan pemotongan di RPH.
Berita Terkait
-
Jatimulyo Kulon Progo Masuk Anugerah Desa Wisata Indonesia, Dapat Pujian Selangit dari Menparekraf Sandiaga Uno
-
Asyiknya Packrafting di Kali Papah, Cocok untuk Liburan Bareng Keluarga
-
Rayakan Idul Adha 1445 H, Antam Salurkan 238 Hewan Kurban
-
3 Cara Nikmati Petualangan Seru di Samigaluh Kulon Progo, Wajib Main ke Kebun Teh!
-
Tekan Limbah Plastik, Lazismu Hadirkan Kemasan Ramah Lingkungan untuk Wadah Daging Kurban
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo