SuaraJogja.id - Bersamaan dengan pencanangan gerakan Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) patuh protokol kesehatan di kawasan Alun-Alun Wates, Bupati Kulon Progo, Sutedjo kembali mengingatkan warga masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan.
"Jangan sampai masyarakat Kulon Progo khsususnya terlena dengan kelonggaran aturan dan kasus positif Covid-19 yang masih tergolong kecil. Covid-19 itu hingga saat ini masih ada," ujar Sutedjo, kepada awak media, Rabu (29/7/2020).
Terkait pencanangan gerakan PKL Patuh Protokol Kesehatan, Sutedjo mengatakan bahwa ini sebagai wujud penerapan adaptasi kebiasaan baru. Nantinya kegiatan ini akan dilaksanakan di kapanewon lainnya di Kulon Progo.
Dalam kegiatan itu Bupati dan jajarannya juga memasang sticker tentang imbauan untuk mematuhi protokol kesehatan. Selain itu ada pula donasi dari Baznas Kulon Progo berupa 100 buah tempat cuci tangan portabel yang diberikan kepada 191 PKL di kawasan Alun-alun Wates, depan Pasar Wates, dan PKL seputar BPD Wates.
"Nantinya akan sekaligus dilakukan penyaluran tempat cuci tangan portabel kepada PKL yang berada di Kapanewon-Kapanewon lain. Sumber dananya sendiri berasal dari anggaran Belanja Tidak Terduga APBD Kulon Progo," terangnya.
Ditegaskan Sutedjo bahwa peninjauan di kawasan Alun-alun Wates ini dilakukan karena semakin meningkatnya aktivitas masyarakat baik pengunjung maupun pedagang. Meskipun hal itu sejatinya sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat tapi di sisi lain semua harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada.
"Agar tidak jadi bumerang yang kurang baik, maka semua masyarakat harus bisa hidup berdampingan dengan tetap patuh dan taat pada protokol kesehatan," tegasnya.
Sementara itu Bagian Keamanan dan Hubungan Masyarakat Paguyuban Pedagang Alun-alun Wates (Paku Alwa), Bimo Prasetya mengatakan sejauh ini pihaknya sudah menjalankan protokol kesehatan baik itu pengunjung yang datang maupun pedagang. Pihaknya juga mengakui bahwa saat ini Alun-alun Wates memang sudah kembali ramai.
"Jadi kalau ada pengunjung yang tidak mengenakan masker kami minta untuk cari hingga dapat, kalau malah tidak mau memakai masker akan kami suruh pulang," kata Bimo.
Baca Juga: Tidak Terpengaruh Pandemi, Pemesanan Sapi Kurban di Kulon Progo Meningkat
Dikatakan Bimo, keramaian di Alun-alun Wates ini semakin meningkat dan sudah seperti normal kembali berbeda seperti dua bulan lalu yang masih sepi. Dengan keramaian itu pihaknya akan lebih ketat dalam melakukan pemantauan terkait dengan penerapan protokol kesehatan.
"Penerapan protokol kesehatan juga di sini rutin kita pantau. Kami imbau seluruh pedagang di sini wajib pakai masker dan senantiasa mengimbau pembeli untuk juga menerapkan protokol kesehatan seperti cuci tangan dan jaga jarak," ucapnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung Alun-Alun Wates, Purnaningtyas, mengaku penerapan protokol kesehatan di Alun-Alun Wates sudah cukup baik secara keseluruhan baik dari tempat cuci tangan dan yang lainnya. Namun pihaknya menilai pengawasan itu masih perlu ditingkatkan lagi karena tetap saja ada pengunjung yang tidak mengindahkan protokol kesehatan.
“Sudah cukup baik sebenarnya penerapannya tapi tetap saja ada oknum yang ngeyel jadi perlu lebih tegas saja mungkin untuk menegur lain kali,” kata Purnaningtyas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Dorong Ekonomi, Volume Transaksi Merchant BRI Raih Rp67,9 Triliun
-
Siswa Non Muslim di Jogja Diperlakukan Diskriminatif Saat Pelajaran Agama, Tak Punya Ruangan Tetap
-
Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia, Ekonom Sebut Tekanan Rupiah Bakal Membesar
-
Sidang Praperadilan Memanas, Hakim Pertanyakan Dasar Kejari Tetapkan Raudi Akmal Tersangka
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara