Seorang gadis menunjukkan dirinya melakukan perawatan di salah satu salon di Jogjakarta dengan biaya Rp 5000. - (Twitter/@Sarawtt)
Selain komentar takjub dan tidak percaya warganet, tidak sedikit juga yang berkomentar dengan memberikan testimoni. Ada yang sudah pernah melakukan perawatan disana dan memberikan pendapat mereka berdasarkan pengalaman yang dijalani.
"Salon langganan sudah hampir 2 tahun sampai mbak-mbaknya tiap aku ke sana 'ngopo we rene' (ngapain kamu ke sini-red) alias bosen banget," tulis akun xstardustt.
"Wkwkw sebenarnya masih ada panca dan noto juga yang ditinggal tidur paginya catokannya ga loss," komentar akun @_kripiksukun
Sementara akun @Yuanitaaurora_P mengomentari, "Di Jogja juga ada salon di Jakal yang cuci+creambath+blow variasi cuma Rp 15.000 bagus tapi antrinya banyak."
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Kemenpar Dorong Penerbangan Langsung India-YIA, Bidik Kenaikan Wisatawan ke Yogyakarta
-
Anggaran MBG Dipangkas Rp94 Triliun, Bagaimana Nasib Ratusan SPPG di Jogja?
-
Promo Kredit Kendaraan Berbunga 1,80% Meriahkan BRI KKB Expo 2026 di 131 Lokasi
-
8.000 Orang Lepas Status WNI dalam Lima Tahun, Indonesia Terancam Kehilangan SDM Berkualitas
-
Akademisi: Publik Berhak Menagih Kinerja jika Gaji Kepala Daerah Naik