SuaraJogja.id - YouTuber asal Indonesia, Turah Parthayana tersandung kasus pelecehan seksual. Kejadian yang terjadi sudah setahun lalu tersebut mencuat di media sosial setelah ada pengakuan dari korban yang merasa sanksi untuk pelaku belum cukup.
Turah Parthayana, dikenal sebagai pemuda asal Bali yang tengah menjalani pendidikan strata satu di Rusia. Belum lama ini, Turah bahkan membagikan kegembiraannya yang baru menyelesaikan pendidikannya dan bersiap kembali ke Yogyakarta.
Namun, beredar utas yang dibagikan oleh akun Twitter @sanda_sa119 terkait pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh Turah. Utas tersebut ditulis berdasarkan percakapan Sandi dengan korban berinisial JA melalui sambungan telepon.
Dari pengakuan korban, kronologi pelecehan seksual terjadi ketika Turah dan JA menonton film bersama di kamar temannya berinisial D. JA mengaku, sebelumnya Turah sudah beberapakali mengajak ia untuk menonton film horor bersama.
Di luar negeri, umum bagi seorang teman untuk menginap atau menonton film bersama hingga larut. Setelah beberapa kali terus mendapatkan tawaran, JA kemudian mengiyakan ajakan Turah dan mereka menonton film bersama di malam hari.
Awalnya mereka menonton film berdua, karena rekannya D, si pemilik kamar tengah berada di luar. Ketika film berlangsung, JA mengaku bahwa Turah menyentuh beberapa bagian tubuhnya yang masuk dalam kategori pelecehan.
Setelah rekannya pulang, mereka lantas menonton film bersama. Namun, karena malam yang sudah larut, rekan korban akhirnya jatuh tertidur sehingga tinggal korban dan pelaku yang masih menyaksikan film. Pelaku sempat mengarahkan tangan korban untuk menyentuh kemaluannya.
Pelaku juga mencoba untuk mencium korban. Awalnya, JA hanya terdiam karena merasa ketakutan. Namun, ia akhirnya memiliki keberanian untuk mengatakan tidak dan menolak perlakuan pelaku yang menekan korban.
Setelah kembali ke kamarnya, korban lantas menceritakan peristiwa buruk yang ia alami kepada kekasihnya. Merasa tidak terima, pacar korban lalu menghubungi pelaku dan mengajak bertemu untuk meminta kejelasan. Sayangnya, pelaku justru langsung mendatangi kamar korban.
Baca Juga: Daya Beli Lesu, Sektor Pertanian di DIY Alami Kontraksi Hingga 9,98 Persen
JA menceritakan bahwa Turah menggedor kamarnya dengan kencang dan mencoba untuk memaksa masuk. Merasa takut dan terancam korban lantas bersembunyi di kamar mandi dan langsung menghubungi pacarnya. Akhirnya mereka bertiga duduk bersama dan membicarakan peristiwa yang terjadi.
Menurut pengakuan korban, dalam pertemuan tersebut Turah justru menyalahkan korban yang menceritakan peristiwa malam itu kepada pacarnya. Dikatakan, bahwa Turah merasa reputasinya sebagai YouTuber hancur jika cerita tersebut tersebar luas.
Selain itu, berdasarkan pengakuan korban juga bahwa keluarga Turah sempat tidak terima dan berniat untuk melaporkan JA atas tuduhan pencemaran nama baik. Kasus ini sendiri juga dinilai ditutup-tutupi oleh beberapa pihak yang dekat dengan Turah.
"Mengapa gue buka kasus ini? Karna untuk kepentingan keadilan korban dan mencegah korban-korban lainnya. Karena korban tidak hanya satu, tapi yang lain takut speak up. Masih gue tunggu. Ingat korban bisa saja orang tua, adek, kakak dan saudara kita. Untuk itu, tidak ada tempat untuk pelaku pelecehan seksual!," tulis Sandi.
Dalam utasnya, Sandi menyebutkan bahwa adanya korban lainnya yang belum mau bercerita karena takut. Sandi juga menuliskan adanya oknum Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) dan Persatuan Mahasiswa Indonesia Rusia (Permira) yang mencoba menutupi kasus ini.
Sandi ikut menambahkan, sempat terjadi perkelahian antara Turah dan pacar korban yang menyebabkan kacamata pelaku pecah. Dimana korban akhirnya diminta untuk membayar ganti rugi kacamata tersebut. Korban juga sempat mendapatkan tekanan dari Ketua PPI dan Permira yang bernama Gomak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan
-
JKT48, Bernadya, dan Inul Daratista Satu Panggung di Grand Final AXIS Nation Cup 2026
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang