SuaraJogja.id - Menggantikan Wisma Wanagama, Puskesmas II Ponjong ditetapkan Pemkab Gunungkidul untuk menjadi lokasi karantina bagi warga yang reaktif COVID-19. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunung Kidul Dewi Irawaty berharap, ketersediaan kamar dan pelayanan lebih maksimal karena Puskesmas II Ponjong sendiri memiliki daya tampung 20 orang.
"Alasan utama menetapkan Puskesmas II Ponjong sebagai tempat karantina karena beberapa pertimbangan, mulai dari efektifitas, efisiensi, serta kesiapan dari tenaga medis dalam melakukan pemantauan kondisi orang reaktif," kata Dewi di Gunungkidul, Sabtu (8/8/2020).
Ia mengatakan, dalam pembukaan Puskesmas II Ponjong sebagai lokasi, Dinkes melakukan komunikasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan relawan. Pembukaannya membutuhkan persiapan yang matang.
"Kami butuh waktu dan kerja sama dengan instansi terkait lainnya. Kami harapkan, paling tidak satu atau dua pekan ke depan, sudah bisa dilaksanakan,” harapnya.
Terkait antisipasi penolakan warga sekitar Puskesmas II Ponjong, pemkab telah menjalin komunikasi dengan penduduk sekitar.
Dengan begitu, diharapkan warga akan terbuka dan menerima, terlebih sosialisasi juga dilakukan oleh pemerintah kabupaten untuk pendekatan.
"Komunikasi dengan warga di sekitar Puskesmas II Ponjong juga paling utama. Kami berharap masyarakat menerima kebijakan pemkab ini," harapnya.
Diberitakan ANTARA sebelumnya, kawasan Hutan Wanagama milik UGM yang ada di wilayah Kelurahan Banaran, Kapanewon Playen dijadikan lokasi untuk isolasi bagi warga suspek COVID-19.
Namun, kerja sama antara Pemkab Gunungkidul dan UGM telah berakhir, sehingga pemkab mencari lokasi lain sebagai pengganti.
Baca Juga: 9 Nakesnya Positif Covid-19, Puskesmas Depok I Tutup Pelayanan
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunung Kidul Edy Basuki mengatakan, kawasan hutan termasuk Wisma Wanagama oleh UGM akan digunakan sendiri.
Sejak awal Wisma Wanagama diproyeksikan hanya sebulan digunakan, tetapi oleh pemerintah kabupaten diperpanjang sebulan berikutnya.
Rencananya, pihak UGM akan menggunakan wisma yang terletak di tengah hutan Wanagama itu untuk kegiatan internal pada September mendatang.
"Setelah masa kontrak berakhir, Pemkab Gunung Kidul diberikan waktu selama sepekan untuk masa transisi oleh UGM," katanya.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gunung Kidul Surisdiyanto mengatakan TRC melakukan pembersihan kawasan wisma ini, di antaranya dengan penyemprotan disinfektan Wisma Wanagama sebelum diserahkan pada UGM.
"Kami mengerahkan tidak kurang 30 orang untuk melakukan pembersihan ini,” ungkapnya.
Berita Terkait
-
9 Nakesnya Positif Covid-19, Puskesmas Depok I Tutup Pelayanan
-
Ada Pegawai Positif Corona Tak Masuk Klaster Perkantoran, Disdik Bungkam
-
Pasien Tularkan Corona ke Medis, Puskesmas Wlingi Blitar Ditutup
-
Polisi Dikarantina Usai Diludahi Pria dengan Covid-19
-
2 Puskesmas di Karawang Ditutup karena Petugas Medis Positif Corona
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor
-
Modus Wisata ke Luar Negeri, Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Tiga Pria Diduga Jemaah Haji Ilegal