SuaraJogja.id - Pilurdes di Kabupaten Bantul akan diselenggarakan secara serentak oleh 24 desa yang ada di Kabupaten Bantul. Menurut rencana penyelenggaraan Pilurdes serentak itu akan dilaksanakan setelah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang berlangsung 9 Desember mendatang.
Kepastian itu diungkapkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis kepada wartawan, Selasa (11/8/2020). Helmi menuturkan Pilurdes yang akan dilaksanakan secara serentak itu rencananya akan dilaksanakan pada 27 Desember mendatang.
"Rencananya memang Pilurdes akan digelar pada bulan Juni lalu. Namun karena pandemi Covid-19 maka pelaksanaan tertunda dan akan digelar pasca Pilkada Bantul berakhir," ujar Helmi.
Berdasarkan data yang ada diketahui, 24 desa di Bantul yang rencananya menggelar Pilurdes itu yakni Desa Tamanan dan Jambidan (Banguntapan), Karangtengah, Karangtalun, Imogiri (Imogiri), Munthuk (Dlingo), Donotirto, Tirtohargo (Kretek), Bangunjiwo, Tirtonirmolo (Kasihan), Canden (Jetis), Pleret, Wonokromo, Segoroyoso, Bawuran (Pleret), Triwidadi, Sendangsari (Pajangan), Caturharjo (Pandak), Gadingharjo, Srigading (Sanden), Srimulyo (Piyungan), Argodadi (Sedayu), Pendowoharjo, Timbulharjo (Sewon).
Dikatakan Helmi, hingga saat ini Pemkab Bantul sedang mempersiapkan Petunjuk Pelaksanaan (juklak) dan Petunjuk Teknis (juknis) terkait dengan tahapan Pilurdes yang akan diselenggarakan mendatang. Nantinya rumusan Juklak dan Juknis Pilurdes akan dituangkan menjadi Perbup. Hal itu agar rumusan Juklak dan Juknis Pilurdes yang akan menjadi acuan semua pihak dapat memiliki payung hukum yang kuat.
Helmi menambahkan Pilurdes yang akan dilaksanakan secara serentak mendatang tetap akan memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku. Hal itu sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 yang bisa terjadi dimana saja.
"Dalam proses Pilurdes 27 Desember mendatang tetap akan mengikuti protokol kesehatan seperti meminimalisir kerumunan, menjaga jarak satu sama lain dan sebagainya. Intinya semua tetap harus patuh agar tidak terjadi penambahan kembali klaster-klaster baru di Bantul," tegasnya.
Sementara itu Pelaksana Tugas Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Bantul, Hermawan Setiaji mengaku optimistis Pilurdes serentak di Bantul dapat terlaksana tahun ini pasca Pilkada. Senada dengan Sekda Bantul, pihaknya juga tetap mengimbau semua pihak untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 pada pelaksanaan Pilurdes mendatang. Bahkan Hermawan juga tidak menutup kemungkinan untuk menunda pelaksanaan Pilurdes apabila kasus penularan Covid-19 di Bantul kembali melonjak.
"Faktor kesehatan masyarakat menjadi prioritas yang utama bagi kami," ujar Hermawan.
Baca Juga: Gaji ke-13 ASN di Bantul Paling Lambat Cair Akhir Pekan Ini
Dihubungi secara terpisah, salah satu anggota Komisi A DPRD, Rony Wijaya Indra Gunawan berharap pelaksanaan Pilurdes yang rencananya akan dilakukan pasca pelaksanaan Pilkada Bantul tetap bisa berlangsung kondusif dan aman. Ia juga berharap tidak akan ada lagi konflik yang terjadi baik sebelum atau sesudah pelaksanaan Pilkada maupun Pilurdes.
"Harapannya pelaksanaan Pilkada dan Pilurdes mendatang akan menghilangkan konflik yang berkaitan dengan hasil akhirnya nanti. Masyarakat semoga sudah lebih dewasa dan lapang dada dalam menerima apapun keputusannya nanti," tandasnya.
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat