SuaraJogja.id - Sejumlah pelanggan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Sembada Sleman yang tinggal di wilayah Purwomartani, Kalasan, Sleman mengeluh lantaran aliran air kerap mati. Mereka meminta PDAM segera menindaklanjuti.
Seorang pelanggan PDAM, Bara Zulfa, menuturkan bahwa matinya air PDAM sudah sering terjadi. Kendati demikian, ia tak pernah tahu apa penyebabnya dan meminta agar pihak terkait mengambil langkah.
"Biasanya sering mati di jam-jam tertentu. Malam hingga sore biasanya mati, kadang seharian itu pernah tak menetes air sedikit pun," ungkap Bara melalui pesan singkat, Kamis (20/8/2020).
Ia menjelaskan, hal itu itu selalu terjadi berulang-ulang. Terkadang setelah dua hari aliran air tidak normal, hari ketiga berjalan normal. Namun keesokan harinya, air kembali tak keluar.
"Jadi sering mati-hidup-mati. Pelanggan kan mengertinya membayar dan aliran air bisa terus tersedia, tapi ini malah membuat kami kecewa," terangnya.
Bara menuturkan, keluhan ini kerap dilayangkan ke PDAM melalui sambungan telepon dan direct message (DM) ke akun Instagram milik PDAM Sleman. Kendati demikian, menurut Bara, responsnya tak cepat, dan dirinya harus melapor ke kantor.
"Sudah sering saya kirim keluhan. Kadang juga saat lewat di sekitar Pemkab Sleman saya mampir ke kantor PDAM dan menyampaikan keluhan itu. Hanya saja responsnya terlalu lambat," keluh dia.
Seorang pengguna air PDAM lainnya, Shintya Putri, mengungkapkan tak pernah mendapat konfirmasi dan jawaban pasti dari PDAM atas keluhannya. Ia menjelaskan, bahkan beberapa waktu lalu tagihannya ikut naik.
"Air daerah Purwomartani malah pernah mati dari pagi sampai malam hari. Saya juga sudah SMS, tapi tidak ada responsnya. Di sisi lain, saya, yang jarang menggunakan air, malah tagihannya naik," ungkap dia.
Baca Juga: Tagihan Air Meroket, PDAM Sleman Sebut 3 Penyebabnya
Pelanggan lainnya, Yuli Astuti, mengaku lelah dengan laporan yang kerap dia layangkan ke PDAM. Ia berharap, masalah tersebut tak berlarut dan PDAM segera mengambil langkah.
"Saya merasakannya saat pagi sampai menjelang Magrib itu mati. Siang memang sempat menyala, langsung saya tampung dulu. Jadi air mulai deras itu sekitar tengah malam sampai menjelang subuh. Saya sudah lelah mengeluh terus," jelas dia.
Terpisah, Direktur PDAM Tirta Sembada Sleman Dwi Nurwata tak memungkiri bahwa di daerah Purwomartani aliran air PDAM kerap mati. Pasalnya, kata Dwi, produksi air kerap terganggu karena listrik kawasan tersebut kerap mati.
"Untuk menanggulangi itu, kami menggunakan genset mobile agar produksi tetap berjalan. Tak dipungkiri juga bahwa kawasan tersebut merupakan daerah berpasir, sehingga ketika musim hujan, air tidak terserap baik oleh tanah. Apalagi saat kemarau, permukaan air langsung drop," katanya.
Dwi menambahkan, saat ini pihaknya telah menambah jumlah debit air. Sebelumnya debit air sekitar 10-15 liter per detik. Saat ini pihaknya telah menambahkan 10 liter per detik.
"Jadi sudah diuji coba hasil penambahan itu dan masih aman. Sebelumnya kan hanya 12 liter per detik. Saat ini sudah sekitar 22 liter per detik, dan itu cukup aman," terangnya.
Berita Terkait
-
Tagihan Air Meroket, PDAM Sleman Sebut 3 Penyebabnya
-
Tarif PDAM Bekasi akan Naik 20 Persen
-
Keluhkan Tagihan Air Bengkak, Warga Sleman Harus Bayar Berkali-kali Lipat
-
Kasus Jual Beli Jabatan PDAM Kudus; 26 Saksi Setor Puluhan Juta ke Dirut
-
Galian PDAM di Sayidan Sebabkan Kecelakaan, Wawalkot: Segera Selesaikan
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
Medsos Jadi Etalase Bisnis Konten Seksual, Perhatian Penonton Bisa Dikomodifikasi
-
BRI Private Berikan Akses Premium Medical Check Up untuk Nasabah
-
Kuliah Gratis PTN Didorong, Akademisi Ingatkan Jangan Sampai PTS Kehilangan Mahasiswa
-
BRI inFrame 2026, Saat Fotografi Mengisahkan Perjalanan Ekonomi Kerakyatan Indonesia
-
6 Fasilitas Kereta Kelas Luxury yang Membuat Perjalanan Berbeda