SuaraJogja.id - Pelajar Kelas 11 SMK 2 Muhammadiyah Wonosari, Muharom Puji Nugroho (16) kini lebih banyak berbaring di rumah. Ia harus menjalani perawatan di rumahnya di Padukuhan Nogosari 1, RT 05/RW 01, Kalurahan Bandung Kepanewonan Playen Gunungkidul akibat luka bacok yang dideritanya.
Anak kedua dari Sukardi (63) ini menjadi korban Klitih pada hari Sabtu (22/8/2020) dinihari. Perut sebelah kanannya terpaksa mendapat 38 jahitan usai dibacok oleh 4 orang tak dikenal, Sabtu (22/8/2020) sekitar pukul 02.30 WIB. Beruntung luka bacok tersebut tak sampai merenggut nyawanya.
Selain menderita luka bacok sekitar 30 cm, pelajar ini juga harus kehilangan ponselnya karena dirampas oleh 4 orang yang telah melukainya tersebut. Padahal, ponsel bekas yang baru ia dapat dari orangtuanya sebulan lalu tersebut sehari-hari untuk mengerjakan tugas dan mengikuti pembelajaran jarak jauh dari sekolahnya.
"Sementara saya ijin dulu ke sekolah melalui teman-teman. Ndak tahu nanti belajarnya seperti apa,"ujarnya, Minggu (23/8/2020) saat ditemui di rumahnya.
Peristiwa tersebut bermula ketika dirinya hendak mengantarkan dua temannya yang kebetulan nongkrong di rumahnya. Dua orang temannya tersebut rumahnya berseberangan di mana ada yang ke arah utara dan ke arah selatan. Berboncengan bertiga, Nugroho mengantarkan temannya ke arah utara terlebih dahulu sebelum rencananya nanti akan ke selatan.
Namun tiba di Toko Podjok di Kalurahan Logandeng, sekitar pukul 01.00 WIB ketiganya nongkrong untuk menumpang wifi dan bermain game. Sekira Pukul 02.20 WIB, ada sebuah mobil menghampiri mereka dan meminta salah seorang teman Nugroho untuk mengantarkannya ke sebuah ATM.
Sepeninggal mereka, Nugroho hanya nongkrong berdua dengan temannya. Tiba datang 4 orang berboncengan mengendarai 2 sepeda motor Vario Putih biru dan Beat biru putih menghampiri mereka. Keempat orang tersebut bertanya kepada Nugroho dan temannya arah ke Yogyakarta. Setelah diberi petunjuk, keempat orang tersebut langsung pergi ke arah Jogja.
"Tetapi sekitar 100 meter atau sampai di depan SMA itu mereka putat balik lagi menghampiri saya dan teman saya,"cerita Nugroho.
Dua orang pengendara motor itu turun dan bermaksud meminjam ponsel korban untuk teathring. Korban yang ragu tak kunjung meminjamkan HPnya namun tiba-tiba pemuda yang menggunakan jaket jeans mengambil senjata dari balik jaketny dan mengayunkannya ke arah korban.
Baca Juga: Sulit Dideteksi, Penyebab ASN Gunungkidul Terpapar Covid-19 Masih Misterius
Korbanpun tersungkur dan keempat pelaku melarikan diri ke arah Yogyakarta. Korban lantas meminta tolong dan kebetulan orang yang meminta rekannya diantarkan ke ATM datang dan membawanya ke rumah sakit Nur Rohmah. Korban lantas mendapatkan perawatan di rumah sakit dan rekan korban melapor ke polisi.
"Orangnya ada 4, pakai masker semua. 3 pakai jaket hoody dan 1 pakai jaket jeans. Ndak tahu hanya HP yang diambil, padahal motor saya di dekat situ dan kuncinya masih tertancap. Kalau senjatanya kayaknya cutter,"ungkapnya.
Pelajar ini mengaku tidak tahu siapa yang telah melukainya karena selama ini merasa tidak memiliki musuh. Ia menduga pelaku tersebut adalah orang yang tidak menyukainya. Ia juga tidak ingat ciri-ciri fisik dari para pelaku karena mengenakan helm serta bermasker.
Sementara itu, Sukardi mengatakan, saat mendengar kejadian tersebut ia tengah tertidur. Ia sendiri terkejut ketika mendapat kabar anaknya berada di rumah sakit karena menderita luka bacok. Saat pertama kali di rumah sakit, kejadian tersebut belum dilaporkan ke polisi karena memang tidak ada yang menunggui anaknya.
Saat kejadian, pihak rumah sakit menawarkan untuk menggunakan BPJS Kesehatan. Namun karena ia pikir akan ribet urusannya, maka ia akhirnya memutuskan untuk membayar sendiri biaya rumah sakit. Saat itu, ia harus merogoh kocek Rp 1,1 juta untuk membiayai anaknya yang berada di IGD.
"Soal HP saya masih belum tahu gimana. Wong itu belum lama belinya. Seken lagi, padahal pas beli saya harus banting tulang bener,"keluh lelaki yang berprofesi sebagai petani tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
10 Persen Jalan di DIY Rusak Parah Jelang Lebaran, Polisi Ungkap Titik Paling Berbahaya!
-
Jadwal Imsakiyah di Jogja pada 27 Februari 2026, Lengkap dengan Waktu Salat
-
BRI Raup Laba Rp57,132 Triliun, Perkuat Peran Dukung Program Prioritas Pemerintah
-
DIY Darurat Kekerasan Seksual di Sekolah: DPRD Usul Perda Komprehensif, Lindungi Siswa dan Guru!
-
Jadwal Lengkap Waktu Buka Puasa atau Azan Magrib di Jogja Hari Ini 26 Februari 2026