SuaraJogja.id - Demi meningkatkan rasa aman dan nyaman ketika berwisata, Minggu (23/8/ 2020) pihak pengelola Desa Wisata Blue Lagoon dan juga Dinas Pariwisata Sleman mengadakan uji coba new normal dengan menggandeng beberapa influencer khususnya travel blogger.
Seperti yang telah diketahui sebelumnya, sejumlah destinasi wisata ikut terdampak pandemi Covid-19 dan mengalami penurunan pengunjung pasca pandemi COVID-19, tak terkecuali dengan Blue Lagoon.
Blue Lagoon sendiri sebenarnya merupakan destinasi wisata berupa kolam alami dengan panorama eksotis dan menyegarkan yang tak jauh dari jantung Kota Yogyakarta.
Menyajikan panorama air berwarna hijau kebiruan yang memanjakan mata, tak heran jika Blue Lagoon ini menjadi salah satu objek wisata favorit di Yogyakarta.
Oleh karenanya, demi meningkatkan rasa nyaman di tengah pandemi, pihak pengelola Blue Lagoon mengadakan uji coba secara bertahap.
Suhadi, selaku ketua pengelola Desa Wisata Blue Lagoon menyebutkan bahwa pihaknya telah semaksimal mungkin kembali membuka pemandian dengan tetap mematuhi protokol kesehatan serta keamanan.
"Jadi untuk menyikapi pandemi ini, pihak kami sudah menyediakan 14 wastafel untuk cuci tangan tepat di pintu masuk Blue Lagoon, dan juga ada beberapa keran," terang Suhadi.
"Kemudian, selain itu, kita juga ada pemerikasaan suhu setiap pengunjung yang masuk yakni dengan thermo gun, lalu setiap 3 hari sekali kami juga melakukan penyemprotan disinfektan di area Blue Lagoon," imbuhnya.
Namun untuk pembayaran tiket masuk, Suhadi mengatakan bahwa pihaknya belum menyediakan akses atau fasilitas cashless.
Baca Juga: China Akan Pasok 40 Juta Vaksin Corona Sinovac ke Indonesia sampai 2021
Tetapi demi mengantisipasi kontak antara pengunjung dan petugas Blue Lagoon, pihak pengelola menyediakan kotak khusus untuk wisatawan yang hendak melakukan pembayaran.
"Karena belum adanya fasilitas cashless, untuk pengunjung sebagai tindakan agar tidak terjadi kontak antara wisatawan dan petugas, kami juga menyediakan kotak khusus. Biasanya yang sudah-sudah kemarin, pengunjung memasukkan uang ke dalam kotak, nanti beberapa hari sebelum dihitung sudah didisinfektan terlebih dahulu," tutur Suhadi.
Sudarningsih, Kepala Dinas Pariwisata Sleman yang turut hadir dalam acara uji coba new normal di Blue Lagoon ini memberikan sejumlah pengarahan baik kepada pihak pengelola dan juga wisatawan.
"Sebenarnya kita istilahnya bukan membuka kembali suatu tempat termasuk destinasi wisata tetapi uji coba terbatas ya. Ini berlaku tidak hanya di tempat wisata di Sleman saja, melainkan juga kafe, pusat perbelanjaan pasar dan lain sebagainya," tutur Sudarningsih.
Secara bertahap, Sudarningsih bersama tim gugus tugas COVID-19 telah meninjau ulang sejumlah destinasi wisata berkaitan dengan apakah pihak pengelola dan pengunjung telah menerapkan protokol kesehatan atau belum.
"Sebelum Blue Lagoon, kami juga sudah melakukan uji coba terbatas di sejumlah destinasi wisata seperti Tebing Breksi, dan juga Candi Ijo. Sudah tidak bisa lagi sekarang pengunjung itu jumlahnya mencapai ratusan ribuan seperti itu," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor
-
Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!