Belakangan, lokasi tersebut mendapat perhatian dari Pemkot Yogyakarta. Dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) pemerintah mengambil langkah dengan membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada 2015. Alasannya satu, agar kebiasaan masyarakat tak membuang sampah sembarangan perlahan hilang.
Tebing yang tak simetris akhirnya dibenahi. Pemkot membangun gazebo serta bangunan berteduh yang bisa digunakan masyarakat untuk menghabiskan waktu sore bersama anak atau keluarganya.
"Yang dibenahi hanya tanah yang ada di bawah selokan. Namun selokan hanya dibiarkan dan kadang banyak sampah yang hanyut. Sampai-sampai sampah berupa kotoran hewan dan manusia sering lewat di selokan itu," kata Agus sambil tertawa geli.
Keberadaan RTH itu perlahan menggugah kesadaran masyarakat sekitar untuk menjaga lingkungannya. Selokan yang sebelumnya tak dianggap, mulai dibersihkan. Keinginan itu muncul saat masyarakat mulai risih karena banyak sampah yang hanyut di sekitar selokan.
"Rasanya tidak nyaman, jadi saat bersantai di gazebo di selokan malah yang lewat kotoran. Melihat banyak 'sampah' yang mengganggu seperti itu, langsung kami bersihkan," tambah Agus.
Pada 2019, berawal dari perkumpulan masyarakat yang tergabung dalam Karang Taruna Kampung Mrican, mereka bergerak membersihkan lokasi yang saat ini disulap menjadi tempat budidaya ikan.
Mulanya sedimentasi yang menumpuk di bawah selokan diangkut. Ratusan warga bekerja bakti yang dikomandoi oleh Karang Taruna setempat pada 10 Februari 2019.
"Tebalnya sampai 60 cm, warga bekerja bakti membersihkan selokan itu. Karena kami punya RTH tapi malah selokannya masih saja kotor, jadi sekalian kita rapikan semua," kata dia.
Pembersihan pertama hanya 50 meter panjang selokan yang mereka keruk. Seiring berjalannya waktu, warga menambah 30 meter lagi untuk dibersihkan.
Baca Juga: Ditanya Soal Tamu dari Jakarta di Jogja, Begini Jawaban Santai Zaskia Mecca
Selesai mengangkut puluhan kilo sampah dan tanah sedimentasi tersebut, warga merasa kurang puas. Aliran irigasi sepanjang 80 meter yang hanya dialiri air dianggap biasa. Akhirnya salah seorang anggota karang taruna memberi gagasan untuk menebar benih ikan nila.
April 2019, pertama kalinya warga menebar bibit ikan nila sebanyak 25 kilo. Perkembangbiakan nila yang dianggap bagus akhirnya ditambah lagi sebanyak 125 kilo.
Tak hanya menebar ikan, para anggota karang taruna yang kemudian berjuluk Bendhung Lepen itu juga mengecat dan mewarnai beberapa sudut jalan termasuk pinggiran selokan supaya terlihat cantik.
Dalam waktu singkat, kawasan yang sebelumnya kumuh itupun menarik perhatian sejumlah warga Kota Yogyakarta. Tak sedikit di antaranya yang kemudian menjadikan lokasi selokan itu sebagai tempat melepas penat dan liburan.
Ditolak warga
Mengubah selokan yang dulunya tak terurus menjadi tempat budidaya ikan, bukan berarti tak ada kendala. Pengurus Komunitas Bendhung Lepen lainnya, Andi Nur Wijanarko menjelaskan saat pembersihan irigasi atau selokan ini sempat mendapat penolakan warga dari Bantul.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Tangisan Haru Pengemudi! Bentor di Jogja Dimusnahkan dan Diganti Becak Listrik
-
Sultan HB X Buka Suara Kasus Korupsi Lurah Condongcatur, Jika Dibiarkan, Tanah Kas Desa Bisa Habis
-
Dugaan Praktik Penahanan Ijazah Siswa Kembali Muncul, SMAN 2 Jogja Bantah, Inspektorat Investigasi
-
Kadin Sleman Sambut Reaktivasi Bandara Adisutjipto, Diyakini Bangkitkan Mesin Ekonomi Sleman
-
Ratusan Driver Gojek Yogyakarta Turun ke Jalan, Loyalitas pada Sosok yang Dianggap Mengubah Nasib