SuaraJogja.id - Yogyakarta memiliki empat jalan lingkar yang membatasai garis wilayah antardaerah. Salah satunya adalah yang menjadi perbatasan kawasan Sewon, Bantul dengan Prawirotaman Kota Yogyakarta.
Selain berbeda wilayah administrasi, nyatanya kedua wilayah yang berdekatan ini punya sejumlah perbedaan mencolok.
Hal ini seperti dibagikan oleh akun Twitter @ichibanblonde. Dalam dua foto yang diunggahnya Kamis (27/8/2020), terlihat foto pertama menunjukkan sebuah era peradaban di mana manusia belum mengenal baju dan masih hidup secara nomaden.
Sedangkan foto kedua memperlihatkan suasana sebuah negara maju dengan beragam fasilitas canggih seperti kendaraan melayang. Ia menuliskan daerah tertinggal adalah Sewon sementara daerah maju adalah Prawirotaman.
Ia beranggapan bahwa meskipun hanya berbatas jalan raya, namun ada perbedaan besar antar dua tempat tersebut. Prawirotaman sendiri dikenal sebagai daerah yang kerap dijadikan transit atau menginap para turis mancanegara.
Ada banyak sekali hotel, bar dan rumah makan khas luar negeri yang bermukim di sana.
Sementara Sewon dikenal dengan keberadaan kampus kesenian ISI Yogyakarta. Penampilan kedua wilayah ini sendiri terlihat mencolok perbedaannya.
Sejak diunggah, foto tersebut banyak menarik perhatian warganet. Diantaranya ada seribu lebih membagikan ulang, dua ribu menekan tombol suka dan dua ratus memberikan tanggapan.
"Wong Sewon weruh drone lewat ketok e sak kampung bakal heboh (Orang Sewon lihat drone lewat kayaknya satu kampung bakal heboh-red)," tulis akun @tofompefel.
Baca Juga: Ganggu Wisatawan, Dinpar Bantul Bersihkan Tumpukan Pasir di Parangtritis
"Bantul mah luwih epic cuy, sudah beda dimensi malahan wkwk," komentar akun @rafli_arfian.
Sementara akun @sandyprasetya mengatakan, "A*jir rumahku masuknya Sewon tapi ke Prawirotaman cuma sekilo pas perbatasan banget."
"Hahaha Sewon adalah Bantulitikum yakni persepsi orang-orang yang nggak pernah keluar rumah adalah orang-orang yang kurang pergaulan," tanggapan akun @RisdaNurWidia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Atasi Dampak Kekeringan, BBWS Serayu Opak Pasok Air Bersih ke Sejumlah Titik Rawan di Jateng dan DIY
-
Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
-
Maestro Seni Rupa Nasirun Wafat, Rencana Pameran pun Batal
-
Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP, BRI Kian Perkuat Ekonomi Kerakyatan