"Tapi ndak apa-apa, saya tetap semangat memperkenalkan kawasan tersebut ke masyarakat," ungkapnya.
Perlahan-lahan mulai ada pengunjung yang masuk ke kawasan tersebut. Iapun langsung melakukan pendekatan ke masyarakat terutama ke para pemuda yang ada di tempat tersebut. Ia mengajak para pemuda dan orangtua di tempat tersebut untuk minum kopi dan bercengkrama di atas bukit.
Dari minum kopi bareng itulah baru pikiran pemuda dan warga di kawasan tersebut terbuka pikiran mereka. Perlahan-lahan ada 30 orang yang menyatakan ingin bergabung dan akhirnya terbentuklah pengelola. Namun kali ini, yang aktif hanyalah 5 orang dibantu dengan beberapa pemuda.
"Alhamdulillah sekarang banyak dikunjungi," ujarnya.
Sejak sebelum subuh, kawasan ini mulai dikunjungi. Mereka berburu awan dan juga ingin menikmati hangat teh poci sembari menanti fajar menyingsing. Pengunjung akan semakin banyak ketika beranjak malam. Dalam sehari, kini mereka bisa mengumpulkan omset dagangan Rp 700 ketika sepi dan di atas Rp 1 juta ketika tengah ramai pengunjung.
Kini, ia berharap apa yang ia rintis mampu membawa dampak positif bagi warga sekitar. Minimal nanti akan menjadi tempat wisata utama di kawasan Goa Pindul selain outbond, body rafting hingga susur Goa. Ia ingin, angka kemiskinan di wilayah tersebut jauh berkurang dibanding sebelumnya.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan
-
Dinilai Terlalu Berbelit, Trah Sri Sultan HB II Ajukan Uji Materi UU Nomor 20 Tahun 2009 ke MK
-
RPH Giwangan Siapkan Kuota 465 Hewan Kurban, Pemkot Yogya Larang Keras Panitia Cuci Jeroan di Sungai
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Imigrasi Yogyakarta Kembali Gagalkan Keberangkatan 3 Pria Diduga Jemaah Haji Non-Prosedural