Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 09 September 2020 | 13:15 WIB
Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Bantul Isdarmoko memberikan keterangan di gedung induk Pemkab Bantul, Kamis (28/5/2020). - (SuaraJogja.id/Mutiara Rizka)

SuaraJogja.id - Wacana pembukaan sekolah-sekolah di Bantul kembali menguat. Hal itu didukung dengan rencana Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, yang akan melakukan simulasi pembukaan sekolah pada awal Oktober mendatang.

“Rencana ini telah kami sampaikan kepada Gugus Tugas Kabupaten Bantul terkait dengan kemungkinan teknis penerapan dan segala persiapan yang dibutuhkan,” kata Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko, Rabu (9/9/2020).

Isdarmoko menjelaskan bahwa simulasi yang direncanakan ini bukan semata-mata untuk penerapan kegiatan belajar mengajar secara langsung, tetapi lebih condong kepada membangun komunikasi yang lebih jelas untuk menampung kendala selama proses pembelajaran jarak jauh.

Ia mengatakan, rencana ini sebagai respons penurunan jumlah kasus dan mulai munculnya beberapa zona hijau di Bantul. Dengan memperhatikan kondisi yang ada di setiap wilayah, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan untuk bisa membuka kegiatan di sekolah-sekolah tertentu sepekan sekali.

“Nanti bisa dibuka sepekan sekali ini walaupun hanya untuk melayani konsultasi dari siswa dan orang tua yang mengalami selama belajar dari rumah," ungkapnya.

Isdarmoko menilai, konsultasi itu penting bagi kelangsungan pembelajaran jarak jauh oleh setiap siswa. Pasalnya, selama ini kendala masih saja sering ditemui baik oleh siswa maupun orang tua sebagai pembimbing di rumah.

Kendala yang ditemui mulai dari teknis hingga sarana yang digunakan, semisal keterbatasan gawai dan sinyal yang lemah. Selain itu, penyampaian materi juga menjadi tidak maksimal atau membuat siswa tidak memahami pelajaran dengan baik.

“Nah, konsultasi ini sebagai upaya kami memberikan relaksasi kepada siswa dan orang tua selain juga terus mencoba menjembatani siswa yang kesulitan menghadapi materi, bisa dimulai dari kecamatan yang memang sudah masuk zona hijau," jelasnya.

Isdarmoko tidak memungkiri, mayoritas kendala yang dihadapi oleh para peserta didik di Bantul, bahkan di kabupaten/kota lain adalah persoalan sinyal.

Baca Juga: Daerah yang Bisa Turunkan Jumlah Pasien Covid-19 Bakal Dapat Dana Insentif

Namun, pihaknya juga telah membuat beberapa program lain selain dengan pembelajaran daring.

Salah satu program yang telah dilaksanakan adalah dengan metode pembelajaran luring atau memaksimalkan guru untuk menyambangi siswa-siswinya.

Para siswa yang didatangi pun juga karena memang terkendala sinyal akibat rumah yang berada di daerah terpencil.

"Beberapa daerah siswanya didatangi langsung oleh guru, seperti di Pajangan, Dlingo, dan beberapa kecamatan lain yang letaknya berada di dataran tinggi dan susah sinyal," imbuhnya.

Dirinya menambahkan, modifikasi atau penggabungan metode pembelajaran daring dan luring itu sudah dilakukan sejak awal pembelajaran jarak jauh.

Menurutnya dengan gabungan metode ini, peserta didik akan terbantu dan tetap bisa melakukan proses belajar mengajar secara maksimal.

Load More